SMA Pribadi Bandung Juara Pertama - Olimpiade Farmasi Airlangga 2013

NERACA

Belum lama ini, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga mengadakan Olimpiade Farmasi Nasional atau populer disebut Olfar. Sebuah kompetisi di bidang ilmu kefarmasian. Tahun ini, Olfar telah memasuki tahun ke sembilan. Di tahun penyelenggaraan ke sembilan ini, panitia Olfar memberikan inovasi baru di ajang kompetisi Farmasi terbesar di Indonesia, yakni Olfar 2013 ini mengangkat tema Pharmacy in Revolution, yang berarti “Farmasi dalam Revolusi”.

Tema ini dianggap sesuai dengan tujuan diselenggarakannya Olimpiade Farmasi Nasional 2012 Universitas Airlangga dalam arti farmasi menjadi bagian dari revolusi dan dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk meningkatkan inovasi dan kualitas diri serta membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Masih seperti tahun sebelumnya, Olfar kembali menyelenggarakan dua ajang kompetisi lainnya yang dikemas dalam Road To Olfar.

Road To Olfar adalah dua ajang kompetisi sebelum kompetisi utama Olfar diselenggarakan. Masih sama seperti Olfar edisi sebelumnya, Road To Olfar dibagi menjadi dua ajang kompetisi, yaitu essay dan fotografi. Untuk lomba essay, kali ini kami mengangkat tema “Nature in Technology”. Tema ini sangat familiar sekali karena pesatnya perkembangan teknologi yang berhubungan deangan sumber daya alam akhir-akhir ini. Sedangkan lomba fotografi kali ini bertajuk “Spirit of Pharmacy” sebagai apresiasi bagi para tenaga farmasi yang telah mengabdikan hidup mereka demi menjaga kesehatan umat manusia.

Dalam kompetisi yang digelar pada bulan lalu itu, pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Pribadi Bandung menjuarai Olimpiade Farmasi (Olfar) 2013 dengan memborong dua juara, yakni juara 1dan juara 2. Sedangkan juara 3 diraih tim SMA Taruna Nusantara Madiun.

Koordinator Humas Olfar 2013, Imelda Furqoni menuturkan, total peserta ada 1.773 orang, tetapi peserta yang masuk ke babak final hanya lima tim. Tim pelajar dari SMA Pribadi Bandung memborong juara yakni juara pertama dan kedua. juara pertama meraih nilai 564 poin, sedangkan juara kedua dengan 521,5 poin. Sedangkan untuk juara ketiga diraih oleh tim dari SMA Taruna Nusantara Madiun dengan 346,9 poin. Sementara itu, juara harapan pertama diraih tim SMA Semesta dan juara harapan kedua oleh tim SMA 4 Denpasar. 

Siswa peserta Olfar 2013 dari Jatim antara lain Gresik, Lamongan, Malang, Kediri, Pamekasan, Madiun, Blitar, Sidoarjo, Jember, Pasuruan, Mojokerto dan Surabaya. Untuk peserta dari luar Jatim antara lain dari Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Jakarta, Solo, hingga Bontang.

Namun, Imelda mengakui untuk saat ini Olfar 2013 yang berfungsi sebagai sarana bagi generasi muda untuk meningkatkan inovasi dan kualitas diri serta membangun masa depan bangsa yang lebih baik, belum memberi kesempatan bagi para juaranya untuk dapat langsung terseleksi masuk menjadi mahasiswa Unair.

Related posts