Internet Untuk Pendidikan - Banyuwangi Digital Society

Sebagai jaringan universal, internet memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Pemkab Banyuwangi dan PT Telkom menggagas Program Banyuwangi Digital Society (B-Diso).

NERACA

Sebagai media yang dapat dimanfatkan hampir dalam setiap aspek kehidupan, hingga kini Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) telah terbukti sebagai sarana komunikasi yang sangat handal dan sebagai sumber informasi yang tidak terbatas.

Dalam dunia pendidikan,  pemanfaatan TIK telah dilakukan untuk mengakses bahan-bahan pelajaran yang disajikan dalam bentuk interaktif melalui jaringan internet. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini ternyata berhasil meningkatkan hasil ujian, penurunan tingkat putus sekolah, dan penurunan tingkat ketidakhadiran di kelas.

Internet digunakan sebagai media utama untuk membantu proses belajar dan mengajar dalam lingkungan sekolah dan universitas. Dimana-mana hampir sebagian pendidikan menggunakan internet sebagai media tambahan untuk melengkapi mata pelajaran dan mata kuliah dari masing-masing pendidikan formal tersebut.

Ya, pendidikan sekarang ini tidak terlepas dari bantuan teknologi internet. Sebagai jaringan universal, internet memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis teknologi informasi (IT-Based Education). Dalam dunia pendidikan, internet juga bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran atau e-learning.

Peranan internet dalam dunia pendidikan juga menjadi salah satu faktor dalam perkembangan dinamisasi keilmuan dan peningkatan profesionalisme guru. Internet bisa menjadi ajang eksplorasi oleh para praktisi pendidikan dalam memberikan ruang komunikasi antara sekolah, guru, dan stakeholder pendidikan yang lain.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menuturkan, ada keyakinan klasik bahwa mereka yang menguasai pengetahuan dan informasi akan mampu menggenggam masa depan. Contoh sederhana saja, seseorang bisa mengakses perkembangan teknologi terbaru dari berbagai cabang ilmu pengetahuan melalui internet dan hal itu bisa dimanfaatkan oleh para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.

Seperti diketahui, ada banyak bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan yang dapat dilakukan, seperti berbagi hasil penelitian, memendekkan ruang dan waktu dimana seorang siswa di pulau kalimantan yang sedang melakukan penelitian dapat berkonsultasi dengan seorang dosen yang ada di pulau jawa. Selain itu, pemanfaatan lainnya berupa Perpustakaan online, diskusi online , kelas online, dan masih banyak lagi.

Berangkat dari hal tersebut, lanjut  Bupati Banyuwangi yang akrab disapa Kang Anas ini, Pemkab Banyuwangi dan PT Telkom menggagas Program Banyuwangi Digital Society (B-Diso). Masa depan hanya akan dimiliki oleh mereka yang menguasai teknologi informasi, sehingga harus disiapkan sejak sekarang sebagai bagian dari human investment di kabupaten setempat untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan. Sehingga melalui Banyuwangi Digital Society, teknologi informasi dan komunikasi menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing masyarakat yang nantinya bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi warga setempat.

Dalam acara Grand launching Banyuwangi DiSo yang diresmikan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring ini ditandai dengan akses kolosal 3.000 pelajar SMA di Gedung Olahraga Tawang Alun Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ribuan pelajar ini bersama-sama mem-posting harapan mereka dengan ungkapan kecintaannya terhadap Banyuwangi dan di acara yang sama juga akan diluncurkan situs ilovebanyuwangi.com. Saat ini telah terpasang 1.100 titik wifi di Banyuwangi dari target 10.000 titik hingga tahun 2014. Teknologi informasi harus didorong menjadi alat pemercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR itu menegaskan teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi pilar dalam berbagai pengembangan sektor kehidupan di Banyuwangi, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan khususnya pembayaran zakat, hingga berbagai macam pelayanan pemkab ke masyarakat. Menurutnya, dengan mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis elektronik dapat memacu kualitas layanan publik secara efektif dan efisien.

Sementara Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa Banyuwangi adalah kota pertama yang dipilih Telkom menjadi kota digital friendly karena dinilai mempunyai prospek pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta respons masyarakatnya yang tinggi terhadap perkembangan teknologi.

Data Bank Indonesia menyebutkan pada 2012, simpanan masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) di perbankan Banyuwangi meningkat sekitar 23,5% menjadi Rp 4,2 triliun dan tingkat pertumbuhan simpanan masyarakat melampaui pertumbuhan rata-rata seluruh Jatim yang hanya 16%. Sementara untuk penyaluran kredit meningkat sekitar 18,5% menjadi Rp 5,7 triliun pada 2012 dan lebih tinggi dari sejumlah kota atau kabupaten lain di Jawa Timur.

Related posts