Pamerannya Buku-buku Islami - Islamic Book Fair 2013

NERACA

Sepekan berlangsung, acara “12th Islamic Book Fair 1434/2013″ (IBF 2013) ternyata semakin banyak didatangi pengunjung menjelang hari penutupan Minggu 10 Maret 2013. Pada kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 100 stan buku ini, juga diadakan perlombaan untuk masing-masing stan untuk kategori penjualan buku terbanyak. Pameran buku ini tidak hanya menggelar buku- buku bernuansa Islami saja melainkan juga buku- buku yang bertemakan sosial, hiburan, hukum dan ekonomi.

Setelah Islamic Book Fair (IBF) di Jakarta berakhir, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) berencana melebarkan sayap. Menggelar perhelatan serupa di provinsi lain di seluruh Indonesia, dengan taraf yang lebih besar (internasional) dan menghadirkan penerbit-penerbit dari berbagai penjuru dunia. Sejumlah daerah diusulkan sebagi tempat penyelenggaraan pameran buku bertaraf internasional tersebut, seperti Bali dan Lombok yang memiliki daya tarik tinggi dari sisi kepariwisataan dan terkenal di dunia.

Sebagaimana dengan acara-acara serupa lainnya, berakhirnya gelaran IBF ke-12 ini tak lepas dari apresiasi dan kritikan oleh berbagai pihak. Di antara yang dikritik adalah pelaksanaan pameran yang masih jauh dari nila-nilai islami yang ideal. Menanggapi hal tersebut, HE Afrizal Sinar selaku panitia menyadari banyaknya kekurangan selama pelaksanaan IBF 2013. Terutama dalam pelayanan ibadah seperti fasilitas shalat bagi pengunjung, kebersihan tempat acara, dan lain sebagainya.

“Berbagai kekurangan selama pergelaran IBF 2013 tak lepas dari keterbatasan fasilitas di Istora Senayan. Kedepannya kami berjanji akan menggelar IBF yang lebih islami lagi,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta ini usai jumpa pers Penutupan IBF 2013 di Istora Senayan, Jakarta, pada Ahad lalu.

Related posts