Implementasi CSR Masih Melenceng - Etika Bisnis-CSR

Hubungan antara etika bisnis dan CSR sangat erat dalam hal pelaksanaan CSR karena etika bisnis merupakan dasar atau jiwa dari pelaksanaan sebuah unit usaha. Sementara CSR merupakan manifestasinya.

NERACA

Belakangan ini, perbincangan soal etika bisnis semakin mengemuka mengingat arus globalisasi semakin deras terasa. Mengapa? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi serta memiliki daya saing yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh, yaitu etika bisnis.

Etika bisnis adalah cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh stakeholder dimana bisnis yang dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku serta adil. Demi untuk menegakkan persaingan usaha yang sehat dan kondusif, maka etika bisnis wajib diimplementasikan secara baik oleh setiap orang di perusahaan. Singkatnya para pelaku bisnis dituntut melakukan bisnis secara fair.

Segala bentuk perilaku bisnis yang tidak wajar seperti monopoli, nepotisme, dumping, dan kolusi tidak sesuai dengan etika bisnis yang berlaku. Bisnis yang dijalankan dengan melanggar nilai-nilai etika seperti pemborosan, manipulasi, ketidakjujuran, monopoli, kolusi dan nepotisme cenderung tidak produktif dan menimbulkan inefisiensi bahkan kerugian yang besar seperti krisis yang pernah terjadi di Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesia Business Links (IBL) Yanti Koestoer menuturkan, penyebab utama krisis pada 12 tahun lalu, dari sisi korporasi, adalah tidak berfungsinya praktek etika bisnis secara benar, konsisten dan konsekwen. “Krisis ekonomi terjadi lantaran pelaku bisnis yang bisa dibilang tidak bertanggung jawab sehingga melakukan kesalahan-kesalahan. Akibatnya, pada waktu itu banyak perusahaan yang tumbangkarena mereka tidakberlaku etis,” ujar dia.

Sebagai perwujudan dari nilai-nilai moral, etika bisnis wajib diimplementasikan secara baik oleh setiap orang di perusahaan, agar mampu memainkan peran dan fungsi manajemennya secara profesional, tanpa keluar dari aturan main yang ada di perusahaan, serta mampu memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik secara bijaksana.

Bila etika bisnis mampu dijalankan secara tegas dan konsisten, maka nilai-nilai yang ada di dalam etika bisnis tersebut dapat menciptakan sebuah aktifitas bisnis yang sehat dan berkualitas tinggi, praktik bisnis yang bebas dari konspirasi buruk, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, sehingga mampu mengoptimalkan shareholders value perusahaan.

Etika bisnis dan CSR CSR (Corporate Social Responsibility) sangat berhubungan erat. Etika bisnis merupakan dasar atau jiwa dari pelaksanaan sebuah unit usaha. Sementara CSR merupakan manifestasinya. Etika bisnis berbicara mengenai nilai. Sedangkan CSR sebagai hasil atau kebijakan dari perusahaan itu sendiri.

Ya, sebagai pelaku bisnis sebuah perusahaan selain memiliki etika bisnis mereka juga memiliki tanggung jawab sosial perusahaan atau yang sering dikenal sebagai yang artinya suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial atau lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.

Conference Director dari The 4th ICCSR, Lily Widjaja mengatakan, perusahaan masa depan adalah perusahaan yang berkelanjutan, dimana perusahaan tidak hanya peduli keuntungan (profit) tetapi peduli masyarakat (people) dan alam (planet). Oleh karena itu, dalam melakukan bisnis jangan hanya mengejar keuntungan tapi jugaharus memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan.

Namun, lanjut dia, sering kali pelaksanaan CSR adakalanya melenceng tidak sesua atau semangatnya. CSR hanya dilaksanakan untuk pencitraan atau menggolkan bisnis tertentu. Padahal, jika dipandang dari segi etika, CSR tidak hanya sekadar menyangkut pengembangan komunitas Tidak juga sekadar kegiatan sosial (charity). PengertianCSR jauh lebih luas dari itu.

“Kalau ingin sukses dan berkelanjutan, maka bisnisitu harus dijalankan dengan etika, termasuk di dalamnya CSR. Dalam implementasinya CSR harus dilaksanakan secara etis dan juga harus menjadi way of life. Artinya korporasi tidak hanya berkutat pada profit saja,” ujar dia.

Oleh karena itu, untuk menumbuhkan kesadaran pelaku usaha, pada 13-14 Maret 2013 lalu IBL mempromosikan CSR di Indonesia dengan melaksanakan The 4th International Conference & Exhibition on Corporate Social Responsibility (ICCSR) yang bertemakan “Beyond CSR: A Way of Life”-Implementing Ethically di Balai Kartini Exhibition & Convention Center, Jakarta.

Sebuah konfrensi yang dihadiri oleh lebih dari 300 delegasi dari berbagai latar belakang, baik perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang diwakili para CEO serta pejabat perusahaan yang bertanggung jawab atas CSR, pemimpin organisasi masyarakat, akademis, serta pemerintah. Pada konfrensi ini, para peserta berdiskusi mengenai isu-isu terkini tentang CSR, menjawab tantangan dan kesempatan yang ada, belajar dari lebih dari 60 narasumber dan pembicara, praktisi dan pakar ‘sustainability atau berkelanjutan’, serta mendapatkan ilmu pengetahuan yang penting untuk membangun strategi bisnis yang berkelanjutan di Indonesia.

Related posts