Berasuransilah di Saat Masih Muda

Risiko kecelakaan, sakit keras, hingga menyebabkan meninggal dunia tentu tak pandang bulu, tua muda, pria atau wanita, dan bisa terjadi kapan saja. Itu sebabnya, membeli produk asuransi, baik asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan atau bea siswa, dan investasi, disarankan dilakukan sejak dini. Asuransi kesehatan mencakup dua kepentingan, yaitu rawat inap dan rawat jalan.

Mengapa? Jika mengikuti program perlindungan itu sejak dini, tentu saja menguntungkan. Sebab, dilihat dari preminya saja, sudah terlihat nyata perbedaan besaran preminya. Untuk satu produk asuransi multiguna dengan nilai pertanggungan hingga Rp 100 juta, misalnya, peserta dengan usia 25 tahun terkena premi sebesar Rp 71,500 per bulan, itu jika mengambil modus pembayaran bulan yang jelas lebih ringan jika dibandingkan pembayaran tahunan.

Sementara itu, peserta dengan usia di atas 40 tahun, preminya sudah di kisaran Rp 171 ribu per bulan, untuk manfaat yang sama dengan nasabah berusia 25 tahun. Dengan mengikuti program asuransi untuk bea siswa hingga perguruan tinggi di saat peserta tertanggung berusia muda, tentu juga akan meringankan beban keuangan orang tuanya.

Bahkan, praktisi keuangan Aidil Akbar menyatakan, orang yang hendak berinvestasi, seharusnya sudah mengikuti program asuransi, terutama asuransi kesehatan, baik rawat inap maupun rawat jalan. Juga diikuti oleh para kaum muda yang cenderung banyak melakukan aktivitas fisik dan alam bebas. Kegiatan tersebut sangat berisiko terhadap kecelakaan dan sakit, misalnya, of road dan touring, travelling, olah raga aeromodelling, juga rafting (olah raga arung jeram).

Jika musibah itu datang, ongkos recovery akibat kecelakaan atau sakit erat, sangat besar. Bisa jadi, dana cadangan yang kita sisihkan dari gaji tiap bulan tak akan cukup. (saksono)

BERITA TERKAIT

Reksadana Saham Masih Layak Dikoleksi

NERACA Jakarta - Mulai masuknya dana asing serta meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China diyakini akan membawa angin…

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik - Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran NERACA Sukabumi -…

Generasi Muda Pemersatu Bangsa

  Oleh: Nur Jannah, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Kunjungan Cawapres Ma’ruf Amin ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum di Kabupaten Bondowoso…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…