Harga BBM Subsidi Naik?

Di tengah ancaman jebolnya kuota BBM bersubsidi tahun ini, pemerintah terpaksa harus mencari jalan keluar untuk mengamankan APBN 2013 supaya tetap sehat. Salah satunya adalah dengan menaikkan harga bbm bersubsidi yang kini tercatat Rp 4.500 per liter, menjadi sekitar Rp 5.500 – Rp 6.000 per liter.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri memberi sinyal bakal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tahun ini. \"Semua sependapat, bagaimanapun subsidi tidak boleh melampaui kepatutan karena tidak baik bagi APBN dan kebijakan situasi fiksal dan perekonomian kita,\" ujarnya saat memberikan keterangan pers di kantornya didampingi anggota Komite Ekonomi Nasional, Rabu (13/3).

Menurut Presiden, yang paling ideal dalam subsidi BBM adalah dengan mengeluarkan kebijakan yang tidak memiliki kaitannya dengan komoditas. Pasalnya, kalau yang disubsidi itu berkaitan dengan komoditas, yang sering terjadi adalah timbulnya ketidakadilan. SBY mengambil contoh subsidi BBM yang selama ini diterapkan justru dinikmati oleh golongan masyarakat menengah ke atas.

Peringatan presiden ini dipandang cukup penting. Karena realisasi subsidi BBM tahun ini bisa tembus 50 juta kiloliter, padahal kuotanya 46 juta kiloliter.Lihat saja pengalaman tahun lalu, dimana kuota 40 juta kiloliter menjadi 45 juta kiloliter. Dan tahun ini dianggarkan 46 juta kililiter, jika tak ada kebijakan apa-apa, ada potensi melesat menjadi 50-51 juta kiloliter.

Bagaimanapun, kuota BBM bersubsidi diperkirakan akan tetap melebihi batas tahun ini. Hal itu terbukti dari pengalaman di tahun lalu yang sudah tiga kali mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi dari semula 40,1 juta kiloliter, naik menjadi 44,04 juta kiloliter, dan akhirnya menjadi 45,2 juta kiloliter.

Kadin Indonesia pun menilai saat ini anggaran subsidi BBM mencapai lebih dari Rp 200 triliun atau sekitar 12 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Agar dapat mempercepat pembangunan daerah, akan lebih baik anggaran untuk subsidi BBM tersebut bisa direlokasi. Selama ini, Kadin Indonesia menilai para investor enggan mampir ke daerah karena ketiadaan infrastruktur yang memadai baik dalam hal infrastruktur jalan hingga urusan listrik.

Komite Ekonomi Nasional (KEN) merekomendasikan evaluasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik secara menyeluruh pada tahun depan. Evaluasi itu supaya tidak terjadi akumulasi persoalan di kemudian hari. KEN menyarankan harga BBM bersubsidi segera dinaikkan, supaya beban subsidi dapat dikendalikan.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pemerintah harus menaikkan harga BBM bersubsidi pada 2013 mendatang. JK menilai subsidi pada BBM yang terlampau besar terbukti telah menimbulkan masalah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Subsidi pada APBN 2013 menembus Rp 317,2 triliun, naik 29,4% dari Rp 245,1 triliun di APBN-P 2012. Rinciannya, subsidi energi mencapai Rp 274,7 triliun yakni terdiri dari subsidi BBM Rp 193,8 triliun, naik 41,1% dari tahun sebelumnya, dan subsidi listrik mencapai Rp 80,9 triliun, naik 24,6%.

Besarnya subsidi yang diberikan untuk BBM tiap tahunnya terus meningkat, jumlahnya mencapai ratusan triliun. Seperti diketahui pada 2011 subsidi BBM dialokasikan sebesar Rp 129,7 triliun namun realisasinya mencapai Rp 160 triliun lebih. Jadi, agar terus menerus subsidi membebani anggaran negara, keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi memang ditunggu.

Related posts