REI Resmikan 100 Ribu Rumah Murah - Gara-Gara Menpera, SBY Batal Hadir

NERACA

Solok – Perhimpunan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) meresmikan 100.000 unit rumah sejahtera tapak (RST) di Perumahan Nuansa Griya Arosuka Kabupaten Solok, Sumatera Barat. RST ini ditujukan pada masyarakat menengah bawah dengan harga minimal Rp 75 juta per unit.

“Ini yang keempat. Tahun 2010 REI meresmikan 100.000 unit RST di Lamongan, Jawa Timur. Tahun 2008 kita meresmikan 100 ribu unit di Jonggol, Jawa Barat dan tahun 2007 juga 100 ribu unit di Semarang,” kata Ketua Umum REI Setyo Maharso saat peresmian di Solok, Sumatera Barat, Rabu (13/3).

Menurut Dia, sekitar 70% dari 2.500 anggota REI adalah pengembang yang membangun RST bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia.

Maharso menegaskan, agar penyediaan hunian untuk kalangan MBR berhasil, para pengembang membutuhkan dukungan dari Pemerintah, perbankan dan stakeholder sektor perumahan yang lain.

Sementara itu, menurut Ketua Panitia Pelaksana Peresmian 100 ribu unit RST DPP REI, Bally Saputra, alasan memilih Sumatera Barat adalah untuk memacu hasrat kalangan pengembang membangun proyek sejenis di luar Pulau Jawa. “Karena kebutuhan perumahan di luar Jawa juga lumayan besar,” kata Bally.

SBY Batal Hadir

Dalam kesempatan tersebut, Setyo Maharso juga mengungkap, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sedianya meresmikan perumahan tersebut, akhirnya batal hadir akibat rekomendasi Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz.

Menurut Maharso, Menpera menilai perumahan tersebut tidak layak. “Alasan tidak hadir karena tidak mendapat rekomendasi dari menteri perumahan rakyat. Bahwa kawasan ini tidak layak,” kata Maharso.

Padahal, sambung Maharso, lokasi peresmian 100 ribu rumah sejahtera tapak (RST) di perumahan Nuansa Griya Arosuka tersebut terbilang layak. Salah satunya karena ketersediaan air bersih. \"Padahal (SBY) sudah sediakan waktu. Tapi itulah menteri kita. Padahal peresmian ini untuk bantu program dia,” tandas Maharso.

Maharso juga membantah jika ketidakhadiran SBY karena ada agenda lain. “Tidak ada (acara). Saya BBM dengan sekretaris pribadi bahwa hari ini (SBY) kosong,” tegasnya.

Karena alasan itu, REI berencana untuk mengirim surat ke presiden. Menanyakan terkait alasan ketidaklayakan yang dimaksud. \"Padahal Solok merupakan satu dari 163 wilayah tertinggal di Indonesia,\" tandas dia.

Tabungan Perumahan

Saat ditanya tentang Tabungan Perumahan, Maharso berharap Rancangan Undang-undang Tabungan Perumahan (Tapera) bisa segera terwujud menjadi UU Tapera. RUU yang tengah dibahas oleh Pansus DPR RI ini ditargetkan selesai Juli mendatang dan bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah laik huni.

Dia mengatakan, RUU Tapera menjadi salah satu isu terkini perumahan nasional di samping beberapa hal lain yang perlu diprioritaskan, yaitu subsidi anggaran dalam APBN, serta pajak dan perizinan lahan untuk perumahan subsidi seperti RST ini.

Setyo menginginkan pemerintah menaikkan anggaran pembangunan rumah rakyat. Sebab, anggaran tersebut dinilai masih terlalu kecil meskipun persoalan perumahan sama pentingnya dengan pendidikan, yaitu hanya satu persen.

\"Persoalan perumahan dan pendidikan itu saling mendukung. Untuk itu, jika pendidikan mendapatkan anggaran 20, kami (REI) mengusulkan anggaran perumahan itu harusnya mencapai lima persen,\" ujarnya.

Related posts