CIMB Aset Management Bidik Dana Kelola Rp 100 Miliar - Rilis Produk Baru di April 2013

NERACA

Jakarta – Keyakinan industri reksa dana masih menjadi investasi pasar modal yang bakal lari kencang, menjadi pertimbangan PT CIMB Principal Asset Management untuk terus menggenjot produk yang satu ini. Oleh karena itu, untuk meningkatkan dana kelola perseroan akan merilis produk baru CIMB Principal Indo Domestic Equity Fund di bulan April 2013.

Kata Direktur PT CIMB Principal Asset Management, Fajar Hidajat, untuk produk baru ini perseroan menargetkan dana kelolaan mencapai Rp 100 miliar, “Target total dana kelolaan produk ini mencapai Rp 100 miliar,”katanya di Jakarta, Rabu (13/3).

Menurutnya, peluncuran produk baru di bulan April ini merupakan momentum yang tepat berdasarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah di kuartal kedua. Karenanya, dia yakin jika produk rekssa dana ini akan mencapai target hingga akhir tahun ini.

Alasan lainnya menurut Fajar adalah perkembangan AUM sejak 2007 hingga 2012 yang hanya mengalami penurunan di tahun 2008 kemudian hingga 2012 terus mengalami peningkatan. Kemudian untuk total target dana kelolaan keseluruhan sebesar Rp 3 triliun, dikatakan Fajar, cukup tinggi dibandingkan tahun lalu yaitu Rp 1,9 triliun, “Target dana kelola kami Rp 3 triliun hingga akhir tahun ini, peningkatan dana kelolaan reksa dana tersebut didukung oleh produk-produk reksa dana yang sudah ada dan peluncuran produk reksa dana baru di tahun ini,”ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam kurun waktu 2007 hingga 2012 reksa dana banyak diluncurkan pada bulan Maret yaitu sebanyak 12 reksa dana. Kata Fajar, tiap semesternya ada tambahan dana dari investor dan dari peluncuran reksa dana baru sejumlah 500 miliar rupiah.

Sementara VP Head of Investment CIMB Principal Asset Management (CPAM), Fadlul Imansyah mengatakan, perseroan juga mengelola dan mendistribusikan berbagai reksa dana komprehensif dan mengelola customized portfolio mandate untuk perusahaan, lembaga dan dana pensiun.

Sebelumnya, Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) Denny Taher menuturkan, jumlah investor Indonesia masih minim dibandingkan pertumbuhan kelas menengah yang pesat. Padahal di Malaysia, kontribusi investor mencapai 49% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut Denny, tahun lalu, investor reksa dana Indonesia baru mencapai sekitar 2,2% dari total PDB. \"Maka kami ingin pertumbuhan mencapai rata-rata per tahun 35%, “katanya.

Maka untuk mendukung target pertumbuhan itu, Denny mengaku saat ini asosiasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama membuat rancangan arsitektur investasi. (nurul)

BERITA TERKAIT

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

Perkuat Likuiditas - LPKR Jual Aset Rumah Sakit di Myanmar

NERACA Jakarta - PT Waluya Graha Loka (WGL), anak usaha PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akan menjual seluruh kepemilikan dan…

Rencanakan Buyback Saham - Indo Straits Siapkan Dana Rp 1,95 Miliar

NERACA Jakarta - PT Indo Straits Tbk (PTIS) mengantungi izin dari pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali (buy back) saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dongkrak Penjualan - Passpod Gandeng Tokopedia dan LOKET

NERACA Jakarta - Perluas penetrasi pasar untuk mengerek pertumbuhan penjualan, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau lebih dikenal Passpod…

Harga IPO Rp 180 Per Saham - Citra Putra Realty Raup Dana Rp 93,6 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mengantungi pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari Otoritas…

Serap Private Placement - Benny Tjokro Tambah Porsi Saham di RIMO

NERACA Jakarta - Aksi korporasi PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih…