BEI Delisting Saham Panasia Filament Inti

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghapusan pencatatan efek atau delisting PT Panasia Filament Inti Tbk (PAFI) dari BEI. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (13/3).

Kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI, I Gede Nyoman Yetna dan Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Andre Toelle, penghapusan pencatatan efek PT Panasia Filament Inti Tbk dari BEI berlaku efektif sejak 14 Maret 2013.

Menurut keduanya, keputusan BEI ini sesuai dengan rencana perseroan untuk mengubah status menjadi perusahaan tertutup. Pada 2007 perseroan sempat mengajukan perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup. Namun karena tidak memenuhi syarat maka pengajuan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Bapepam LK.

Dengan dicabutnya status sebagai perusahaan tercatat, maka perseroan tidak lagi memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat. BEI akan menghapus nama perseroan dari daftar perusahaan tercatat yang mencatatkan sahamnya di BEI.

Selain itu, sepanjang perseroan masih merupakan perusahaan publik, maka perseroan tetap wajib memperhatikan kepentingan pemegang saham publik dan mematuhi ketentuan mengenai keterbukaan informasi dan pelaporan kepada pengawasan pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Persetujuan penghapusan pencatatan efek Perseroan ini tidak menghapuskan kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi oleh perseroan kepada bursa. Apabila perseroan akan kembali mencatatkan sahamnya di BEI, maka proses pencatatan saham dapat dilakukan paling cepat enam bulan sejak dilakukan delisting oleh bursa.

Namun setelah perseroan memenuhi persyaratan untuk dicatatkan kembali di BEI. Hal ini sesuai Peraturan Nomor I-1 tentang penghapusan pencatatan atau delisting dan pencatatan kembali atau relisting saham di Bursa. (bani)

BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…