Jangan Malas Membuat Rencana Keuangan

Tanpa perencanaan yang baik, beruntung satu program kerja bisa berlancar. Tapi umumnya, tanpa rencana yang matang, program itu rentang dari berbagai hambatan dan rintangan hingga menyebabkan kegagalan. Demikian juga dalam hal program keuangan keluarga.

Perencanaan keuangan itu sebetulnya simpel atau sederhana. Sebab, yang diperlukan adalah konsistensi dan disiplin melaksanakan rencana tersebut. Jika disiplin dan konsisten, manfaatnya akan dirasakan di kemudian hari. Seluruh apa yang kita cita-citakan bakal terwujud, karena seluruh hambatan bisa diatasi.

Di antara manfaat jika kita membuat perencanaan keuangan adalah, semua tagihan wajib seperti cicilan rumah, kartu kredit, hingga cicilan kendaraan, dapat dibayarkan dengan lancar dan tepat waktu.

Lalu, memungkinkan kita menabung dan mempersiapkan dana darurat dengan baik. Tabungan yang direncanakan dengan baik akan memungkinkan kita mencapai apa yang diinginkan dengan tepat waktu, contohnya liburan akhir atau tengah tahun. Sedangkan dana darurat yang dipersiapkan dengan baik bermanfaat untuk menopang keuangan pada saat kondisi darurat, misalnya jatuh sakit atau kecelakaan. Setiap perencanaan keuangan pasti terdapat poin tentang persiapan hari tua. Jika disiplin, simpanan atau tabungan untuk pensiun atau hari tua akan mencapai jumlah yang maksimal.

Yang menjadi pertanyaan, ini juga diajukan oleh Managing Your Wealth, adalah bagaimana cara membuat rencana keuangan yang baik. Pertama, alokasikan gaji yang kita terima untuk membayar seluruh kewajiban. Selain tagihan utang, kewajiban itu juga berbentuk uang SPP sekolah, uang keamanan dan kebersihan lingkungan, uang listrik, dan telepon.

Kedua, bujet dan sisihkan dana untuk transportasi ke sekolah dan ke kantor. Ketiga, buka rekening khusus yang perlunya untuk menampung dana pensiun dan dana cadangan. Pilih bank yang tidak mengutip uang administrasi tabungan. Para manajer keuangan dan investasi menyarankan, besarnya tabungan tiap bulan 5-10% dari gaji bersih. Jika kewajiban utang sudah berkurang, nominal tabungan bisa diperbesar. Sedapat mungkin hindari transfer dana ke rekening dari bank yang berbeda untuk menghindari biaya transfer.

Hemat Berbelanja

Yang diperkirakan mengganggu rencana keuangan adalah di saat kita berbelanja bulanan untuk kebutuhan harian. Sebab, di saat berbelanja dan melihat sejumlah barang, sudah pasti ada hasrat untuk membelinya. Alasannya, “kan tidak mesti tiap bulan.” Awalnya sekali tiap bulan, tapi itu akan terjadi setiap berbelanja dan untuk jenis barang yang berbeda-beda.

Itu sebabnya, pembengkakan anggaran belanja dapat diatasi dengan membuat catatan rencana belanja. Bahkan, jika perlu, ada jenis barang yang kita hapus dulu agar anggaran yang tersedia mencukupi untuk berbelanja. Jadi, bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Harus jeli dalam memilih jenis barang yang murah, tapi berkualitas dari pada yang mahal.

Berhemat tidak hanya di saat kita berbelanja ke pasar atau supermarket. Berhemat justru perlu dan harus dilakukan di rumah secara besar-besaran. Pembengkakan anggaran tiap bulan justru diawali dari gaya hidup boros di rumah. Misalnya, makan siang di kantor, kecuali jika sudah mendapat kupon makan.

Bentuk pemborosan lainnya adalah di listrik dan telepon, termasuk telepon genggam (ponsel). Matikan seluruh terminal jika tak ada kebutuhan daya listrik. Walaupun piranti listrik tak menyala, tapi jika sambungan kabel listriknya masih tersambung, tentu juga makan daya. Jika harus mempunyai ponsel, pilih operator yang murah tarifnya, baik untuk berbicara, ber-SMS, maupun untuk sambungan internet.

Saran berikutnya adalah mengikuti program penjaminan atau asuransi. Tapi, pilihlah jenis asuransi syariah, karena pola penjaminannya berlaku adil dengan pola bagi hasil yang proporsional. Mengikuti program penjaminan sejak dini jelas lebih menguntungkan, karena, perusahaan penjaminan atau asuransi memasang premi yang kecil untuk nasabah yang masih muda dibandingkan nasabah senior. (saksono)

Related posts