Tahun 2012, Alam Sutera Raup Laba Rp 1,19 Triliun

NERACA

Jakarta - Perusahaan properti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatatkan kenaikan laba bersih 98,23% menjadi Rp1,19 triliun atau Rp61,19 per saham per Desember 2012. Sementara laba bersih periode sama tahun sebelumnya hanya Rp601,65 miliar atau Rp33,68 per saham.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin. Disebutkan, pendapatan perseroan naik tajam menjadi Rp2,45 triliun dari pendapatan di tahun sebelumnya Rp1,38 triliun. Beban pokok naik jadi Rp979,52 miliar, YoY dari Rp566,65 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp1,46 triliun, YoY dari Rp814,39 miliar.

Sementara itu, perseroan mencatat pendapatan lain-lain sebesar Rp90,19 miliar dari beban lain-lain di tahun sebelumnya yang Rp22,47 miliar. Laba sebelum pajak naik jadi Rp1,34 triliun per Desember 2012 dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp671,14 miliar. Total aset per Desember 2012 mencapai Rp10,95 triliun dari total aset per Desember 2011 sebelumnya Rp6,01 triliun.

Sebagai informasi, PT Alam Sutera Realty Tbk telah membeli lahan seluas 150 hektar dari PT Modernland Realty Tbk (MDLN) dengan nilai Rp3 triliun. Pembelian dilakukan entitas asosiasi perseroan, PT Tangerang Matra Real Estate. Rencananya, perseroan akan mengembangkan lahan seluas 150 hektar tersebut. Adapun pembayaran akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 30 bulan.

Menurut analis MNC Securities, Edwin Sebayang, saham-saham di sektor properti masih pantas menduduki posisi saham layak diakumulasi di tahun 2013, “Saya masih recommend beberapa saham properti yang cukup prospektif.\" ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini, saham milik PT Summarecon Tbk (SMRA) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menjadi saham utama yang direkomendasikan. Pasalnya, untuk saham BSDE diproyeksikan akan mampu menanjak di level 1.500, sementara saham SMRA diprediksi akan mencapai level 2.200. Dari sisi fundamental perseroan, kedua perseroan tersebut mencatatkan kinerja yang cukup baik yang fokus melakukan pengembangan usaha. (bani)

BERITA TERKAIT

Tower Bersama Cetak Pendapatan Rp 1,13 Triliun

NERACA Jakarta - Kuartal pertama 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1,13 triliun…

Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun - Adi Sarana Beli 6.500 Unit Armada Baru

NERACA Jakarta - Danai penambahan armada baru guna menunjang bisnisnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun…

Bank Bukopin Siapkan Rp1 Triliun untuk Pembiayaan Kendaraan

    NERACA   Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) menyiapkan kredit modal kerja hingga Rp1 triliun untuk pembiayaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…