Pilihan Desain Rumah Langganan Banjir - Rumah Panggung

Keuntungan desain rumah panggung adalah terhindar dari banjir, karena ketinggian rumah panggung jauh lebih tinggi dari lingkungan sekitar.

NERACA

Suatu masalah kerap kali muncul di musim penghujan. Banjir seolah tak pernah lepas dari kehidupan masyarakat. Terutama bagi warga yang bertempat tinggal di sepanjang bantaran sungai atau pinggiran saluran air besar lainnya. Pastinya, selalu akan ada suatu gerakan pengungsian apabila banjir yang biasanya di bawah ketinggian 1 m, tiba-tiba meluap dan hampir mencapai ketinggian 2 m atau 3 m.

Berbicara kontruksi rumah yang dapat terhindar dari banjir, salah satunya adalah rumah panggung. Setiap daerah punya rumah panggungnya masing-masing. Dan ketinggian tiang panggungnya pun bervariasi, tergantung dari keadaan alam daerah asalnya. Seperti rumah Tongkonan di Toraja, Selaso Jatuh Kembar di Riau, Rumah Limas di Palembang, serta Rumah Banjar dan Rumah Bolon dari Kalimantan dan Sumatra Utara. Setiap rumah panggung mempunyai nilai estetikanya tersendiri, dikarenakan pengaruh budaya, lingkungan, dan juga pengaruh dari mayoritas agama yang dianut.

Sesuai namanya, rumah panggung adalah rumah yang didesain menyerupai sebuah panggung dengan rumah diatasnya. Jadi, lantai rumah tidak bersentuhan langsung dengan tanah dan disangga dengan tiang penopang. Tinggi tiang bervariasi, biasanya diatas 2 m. Tetapi seperti yang telah disinggung sebelumnya, tergantung dari daerah di mana rumah tersebut dibangun. Rumah panggung zaman dahulu umumnya terbuat dari kayu. Sangat jarang ditemukan rumah panggung yang terbuat dari susunan bata maupun cor beton.

Konstruksi rumah panggung harus ringan, maka dari itu, biasanya menggunakan konstruksi kayu dengan pondasi umpak, karena selain lebih ringan dari konstruksi beton, juga sudah teruji kekuatannya mengingat dari dulu nenek moyang kita sudah menggunakan bahan ini sebagai bahan pembuat rumah. Sampai saat ini, beberapa rumah panggung yang masih bertahan tetap menggunakan kayu sebagai bahan konstruksinya. Selain mengikuti tradisi, sifat kayu yang menyesuaikan dengan suhu sekitar menjadi alasannya.

Pada umumnya, ruangan terdepan adalah ruang tamu, kemudian masuk ke ruang tengah dan kamar, lalu berakhir di dapur yang merupakan bagian paling belakang dari rumah. Pada beberapa desain rumah panggung (khususnya yang dibuat oleh suku-suku yang mendapat pengaruh islam) terdapat perbedaan terntentu. Seperti pada rumah panggung melayu yang membedakan tempat masuknya perempuan dan lelaki (khusus tamu). Toilet biasanya terletak terpisah dari rumah, di halaman belakang rumah bersamaan dengan kandang ternak. Tetapi ada beberapa yang memamfaatkan kolong rumah menjadi kandang ternak, tempat kerja, garasi, maupun gudang.

Konsep rumah panggung sebenarnya memiliki skenario antisipasi dan pencegahan. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa konsep rumah panggung adalah bangunan berkaki dimana dasar bangunan diangkat keatas sehingga tidak menyentuh tanah. Jarak lantai bangunan dari tanah variatif, antara satu sampai dua meter. Jika dahulu rumah panggung dikonsep oleh generasi kakek nenek kita agar hunian mereka terhindar dari binatang liar, sekarang rumah panggung bisa dikonsep sebagai alternatif untuk meminimalkan dampak akibat banjir dan gempa.

Sebenarnya konsep rumah panggung bisa diterapkan pada rumah modern seperti saat ini, terutama untuk kawasan yang sering menjadi langganan banjir. Pilihan mengangkat bangunan di atas permukaan tanah bukanlah sekedar mengatasi banjir, menghindari kelembaban atau menghindari binatang buas, melainkan mengandung intensi menjaga ekologis bumi agar tidak rusak oleh pondasi. Selain itu semakin banyak tanah yang tertutup oleh bangunan akan membuat tanah sukar menyerap air. Hal itu terlihat, bahwa serangan banjir setiap tahun tidak terhindarkan karena semakin banyak tanah yang tertutup oleh bangunan-bangunan baru membuat air semakin sukar terserap oleh tanah.

Keuntungannya adalah terhindar dari banjir tentunya, karena ketinggian rumah panggung jauh lebih tinggi dari lingkungan sekitar. Konstruksi rumah panggung diciptakan supaya bangunan memungkinkan bergerak jika terkena gempa, agar bangunan tidak rusak atau rubuh. Kolong rumah panggung menjadi area resapan air yang optimal. Bisa dibuat sumur biopori atau menanam rumput-rumputan agar lingkungan kita tampak lebih hijau.

Penyesuaian suhu di dalam rumah cepat berubah karena tidak langsung bersentuhan dengan tanah atau beton sehingga sirkulasi udara lebih bagus. Pada rumah panggung zona privat dan publik terpisah secara tegas.Meski begitu, rumah panggung tidak hanya identik dengan rumah adat atau rumah tempo dulu saja. Kini rumah panggung kerap digabungkan dengan konsep rumah minimalis bahkan modern.

Related posts