BI: Pertumbuhan Kredit Masih Bisa 24%

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui pertumbuhan kredit pada tahun ini masih mempunyai ruang tumbuh melebihi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2011 sebesar 24%.

Gubernur BI, Darmin Nasution menilai, pertumbuhan kredit saat ini telah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang ada dan tidak terlalu tinggi. "Kenapa terlalu tinggi, tahun lalu pada waktu pertumbuhan ekonomi kita 6,2 persen, pertumbuhan kredit kita juga 23 persen. Jadi kalau naik jadi 6,5 pertumbuhan ekonominya, masa terlalu tinggi," ujarnya dalam raker dengan Komisi XI di Gedung DPR RI, Senin.

Darmin menilai, pertumbuhan kredit malah memiliki peluang untuk tumbuh di atas RBB 2011. "Masih, malah sebetulnya kita melihat masih ada ruang untuk sedikit lebih tinggi. Ya, gak banyaklah," ungkapnya.

"RBB itu 24 persen, saya kira sih waktu lihat RBB, itukan sebenarnya kita sudah perhitungkan pertumbuhan akan sedikit lebih tinggi thun ini dibanding tahun lalu. Jadi tidak cukup atau tidak ada dasar untuk menganggap 23 persen itu pertumbuhan kredit ketinggian," tambahnya.

Sebelumnya, BI mencatat adanya penurunan suku bunga kredit sebesar 2 bps. Penurunan rata-rata suku bunga kredit tersebut didorong oleh Bank Asing yang menurunkan bunga kredit konsumsinya hingga 80 bps atau 0,8%. Bank sentral juga mencatat penurunan rata-rata suku bunga deposito 1 bulan sebesar 3 bps. Demikian laporan Bank Indonesia mengenai suku bunga yang tertuang dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) Juni 2011 di Jakarta, Minggu (12/6).

"Suku bunga perbankan (deposito dan kredit) cenderung tidak berubah dari bulan sebelumnya. Data realisasi per April 2011 menunjukkan rata-rata suku bunga deposito 1 bulan turun tipis sebesar 3 bps dari bulan sebelumnya, sementara rata-rata suku bunga kredit yang rata-rata dari suku bunga Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI) dan Kredit Konsumsi (KK) hanya turun sebesar 2 bps dari bulan sebelumnya," demikian catatan BI.

BI mengungkapkan, penurunan tersebut selain disebabkan oleh masih tingginya ekses likuiditas perbankan, juga dipengaruhi oleh pemberlakuan kebijakan pengumuman Prime Lending Rate dan himbauan untuk menurunkan suku bunga kartu kredit. "Berdasarkan kelompoknya, Bank Asing Campuran menurunkan suku bunga KI dan KK-nya. Pada April 2011, Bank Asing Campuran menurunkan suku bunga KI sebesar 32 bps dan suku bunga KK sebesar 80 bps," terang BI.

Besarnya penurunan suku bunga KK pada kelompok Bank Asing dan Campuran tersebut diindikasi terkait dengan himbauan untuk menurunkan suku bunga kartu kredit bank. Sementara itu, suku bunga kredit dan deposito pada kelompok bank lainnya tercatat relatif stabil. Rata-rata suku bunga perbankan adalah Suku Bunga Deposito 7,25%, Suku Bunga Kredit Modal Kerja 12,30%, Suku Bunga Kredit Investasi 12,16%, Suku Bunga Kredit Konsumsi 14,81%.

BERITA TERKAIT

Kontribusi Ekonomi Digital Bisa Mencapai 8,5% PDB

NERACA Jakarta-Presiden Jokowi optimistis kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini bisa mencapai 8,5%, lebih tinggi dibandingkan…

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Pacu Pertumbuhan Ritel Modern - CSAP Buka Mitra10 Ke-29 di Bitung, Banten

NERACA Jakarta –Di bulan terakhir tahun 2018 ini, ekspansi bisnis PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) makin angresif. Perusahaan distribusi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Entrepreneur Daring Diminta Manfaatkan Kredit UMKM

    NERACA   Jakarta - Entrepreneur muda yang kini duduk sebagai anggota DPR, Ahmad Sahroni mendorong wirausahawan muda untuk…

Allianz Life Dukung Pengembangan Keuangan Syariah

      NERACA   Jakarta - Allianz Indonesia mendukung acara “Islamic Finance in Indonesia” yang diselenggarakan oleh The Asset…

Bank Dunia Minta Pemerintah Dorong Masyarakat Melek Teknologi

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia meminta kepada pemerintah Indonesia agar terus mendorong masyarakat untuk melek teknologi (digital…