Produksi Emas Antam Diperkirakan Stagnan - Hanya 3 Juta Ton

NERACA

Jakarta – Seiring terbatasnya sumber emas hasil eksplorasi memberikan dampak signifikan terhadap produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Alhasil, ditahun ini perseroan memperkirakan produksinya akan tetap statis dengan tahun lalu.

Investor Relation PT Aneka Tambang Tbk, Bimo Budi Satriyo mengatakan, produksi emas Antam tahun ini tetap statis seperti tahun lalu, sebanyak 3 juta ton, “PT Antam di tahun ini tetap akan memproduksi 3 ton emas, yang akan dihasilkan oleh 2 tempat kami yaitu 2 ton dari Pongor dan 1 ton dari Baliung,”ujarnya di Garut akhir pekan lalu.

Selain itu, dia juga mengungkapkan, tahun ini perseroan akan menggenjot produksi nikel lantaran tahun ini menjadi tahun terakhir mengekspor nikel dalam bentuk mentah. Dia menuturkan, tambang di Halmahera utara akan di fokuskan untuk menghasilkan nikel dan ferronikel. Dimana tambang tersebut memiliki cadangan nikel sebanyak 350 juta ton biji nikel.

Mengenai pendanaan, Antam lanjutnya, membutuhkan dana US$ 1,6 miliar. Dimana 65% dananya didapat dari pinjaman perbankan dan sisanya dari kas internal.

PT Antam Tbk sendiri menargetkan produksi ferronikel sebanyak 27 ribu ton. untuk produksi 1 ton ferronikel, dibutuhkan 80 ton biji nikel.

Sebagai informasi, Antam mencatat penurunan laba bersih di 2012 belum audit sekitar 44,21% menjadi Rp1,075 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp1,927 triliun.

Direktur Utama Antam Alwinsyah Lubis pernah bilang, penurunan laba dipicu oleh meningkatnya beban pokok penjualan dan beban usaha masing-masing sebesar 14,85% menjadi Rp8,405 triliun dan 7% menjadi Rp1,085 triliun.

Menurutnya, tingginya beban usaha karena biaya penjualan dan pemasaran, serta administrasi meningkat masing-masing sebesar 17,2% menjadi Rp156,798 miliar dan 7,01% menjadi Rp838,726 miliar, “Laba usaha perseroan turut tergerus 54,14% dari Rp2,012 triliun menjadi Rp922,934 miliar,\" tuturnya.

Kendati demikian, Antam berhasil membukukan keuntungan kurs sekitar Rp172,524 miliar dari sebelumnya rugi Rp64,560 miliar. Sementara itu, penghasilan bunga turut meningkat dari Rp74,152 miliar menjadi Rp166,092 miliar. Per 31 Desember 2012, jumlah aset Antam mencapai Rp17,476 triliun. Angka ini meningkat 14,96% dari tahun sebelumnya sebesar Rp15,201 triliun. (nurul)

Related posts