Dyandra Kebut Proyek Bali Awal Semester - Raup Peluang Bisnis APEC

NERACA

Jakarta- PT Dyandra Media Internasional Tbk memastikan proyek pembangunan ruang pertemuan dan pameran Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) akan segera rampung bulan Juni mendatang.

Upaya ini dinilai sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung Bali dan Indonesia menghelat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pacific (APEC) 2013 yang akan digelar pada awal Oktober tahun ini. “Sebagaimana komitmen di tahun sebelumnya, kami kembali siap untuk menyambut penghelatan KTT APEC 2013 dengan penambahan fasilitas kapasitas ruang yang lebih besar dan terakomodir,”kata Direktur Dyandra Media Internasional, Danny Budiharto dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, saat ini pembangunan BNDCC tahap 2 sudah mencapai 60% dari tahap pengerjaan. Pada tahap ini, BNDCC menambah beberapa fasilitas, antara lain 21 ruang pertemuan, 2 menara hotel bintang lima dengan kapasitas 100 kamar, serta fasilitas parkir basement untuk 150 mobil. Adapun kapasitas dari bangunan pertemuan dan pameran ini diperkirakan akan dapat menampung sebanyak 12.000 orang.

Karena itu, lanjut Danny, tempat ini tidak hanya akan mendukung pelaksanaan APEC, namun juga dapat menjadi ajang diselenggarakannya event berskala internasional besar lainnya di Indonesia. Pembangunan sarana inipun, kata dia, dilatarbelakangi dengan semakin banyaknya variasi event dan pameran yang diadakan di Indonesia setiap tahunnya. Sedangkan venue yang memenuhi standar internasional hanya sedikit jumlahnya.

Dia menilai, kesuksesan Bali menjadi tuan rumah berbagai kegiatan konferensi berskala nasional dan internasional di beberapa tahun terakhir menjadikan Bali semakin dikenal sebagai destinasi MICE yang sangat berpotensi menggarap pertemuan, insentif, konvensi dan pameran (MICE).

Prospek Bisnis MICE

Selain itu, industri jasa penyelenggara pertemuan, insentif, konferensi dan pameran (MICE) dewasa ini semakin marak seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional, dan Indonesia menjadi salah satu tujuan MICE dunia.

Menurutnya, untuk meningkatkan pertumbuhan industri MICE di Indonesia, keberadaan gedung penyelenggaraan konvensi dan pameran dengan standar fasilitas internasional menjadi salah satu persyaratan utama dalam kesuksesan penyelenggaraan aktifitas MICE di suatu kota destinasi MICE. Hadirnya sarana MICE sekelas BNDCC diharapkan dapat memantapkan posisi Bali sebagai destinasi MICE berskala internasional.

Selain penyelesaian proyek di Bali, perusahaan yang menjadi bagian dari grup Kompas Gramedia tengah fokus pembangunan ruang pertemuan dan pameran Indonesia International Expo (IIE), sebuah Convention and Exhibition Hall yang menelan dana sebesar Rp 2 triliun di kawasan BSD City, Tangerang Selatan.

Dalam proyek ini perusahaan menggandeng Sinar Mas Land sebagai salah satu pengembang properti. Rencananya, IIE akan selesai pada pertengahan tahun 2014. “Kami targetkan pembangunan Indonesia International Expo secara keseluruhan dapat selesai pertengahan tahun 2014 dan langsung bisa mulai beroperasi,” kata Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra.

Nantinya, setelah selesai pembangunan tahap pertama akan ada penambahan dua hotel, yaitu hotel bintang empat dan hotel budget. Selain itu, pihaknya juga akan melengkapi kawasan tersebut dengan gedung perkantoran dan perluasan gedung Convention & Exhibition.

Proyek kerjasama dengan Kompas Gramedia ini akan dibangun di atas lahan seluas 22 hektar dengan luas bangunan berkisar 200.000 m2. Ditunjang lokasi strategis, fasilitas lengkap dan kemudahan transportasi dinilai akan membuat Indonesia International Expo menjadi sebuah terobosan baru bisnis MICE (Meetings, Incentives, Convention and Exhibitions) di Indonesia. (lia)

Related posts