Inflasi Tinggi Bukan Hal Aneh

Oleh : Fauzi Aziz

Pemerhati Kebijakan Industri dan Perdagangan

Maaf Pak Hatta Rajasa, Menko Perekonomian RI, sebagai rakyat biasa dan bukan ahli ekonomi harus mengatakan bahwa inflasi tinggi di negeri ini bukan barang aneh. Menjadi kaget kalau malah inflasi di negeri ini rendah, bahkan sering kita dengar istilah terjadi deflasi.

Kalau inflasi rendah, dengan logika ekonomi sederhana berarti dapat dikatakan seluruh variabel penentunya dalam posisi everything is oke dan pertanda bahwa ekonomi bergerak dinamis dengan tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi. Faktanya total faktor produktifitas ekonomi negeri ini masih relatif rendah dibandingkan dengan negara lain.

Buktinya, dunia usaha, pemerintah dan masyarakat masih mengatakan bahwa perekonomian tumbuh dengan beaya mahal atau tinggi alias high cost. Paradoks, dan pasti ada yang tidak klop antara realitas dengan teorinya. Mudah-mudahan realitasnya yang bener dan teorinya juga bener tapi juga bisa terjadi teorinya sudah absoluted, sehingga ketika di publish hasil perhitungannya rakyat biasa yang bukan ekonom ini menjadi ragu dan sambil bertanya emangnya bener tuh, wong harga-harga pada umumnya masih relatif tinggi, kok bisa-bisanya pemerintah menyebut inflasinya rendah bahkan terjadi deflasi.

Semua kita, dari yang pandai dan yang tidak pandai dan dari yang kaya,setengah kaya dan yang tidak kaya mengakui bahwa ekonomi Indonesia ini sejatinya berbiaya tinggi. Makanya, investor ragu dan terpaksa harus membuat perhitungan njelimet agar uang yang dibenamkan di Indonesia tidak rugi.

Keputusan untuk segera merealisikan rencana investasinya menjadi wait and see. Izin menumpuk di BKPM yang sudah disetujui, tapi realisasinya tidak terlalu besar. Banyak persetujuan kredit investasi sudah disetujui perbankan, namun tidak direalisasikan. Sementara itu, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat dari waktu ke waktu yang pada dasarnya tidak bisa dibendung, apalagi direm mendadak, rakyat bisa ribut.

Kalau sekarang ini ada pengusaha yang mengatakan bisnis saya rugi terus,jangan cepat-cepat percaya karena logika ekonomi dan logika pasar tidak mengatakan seperti itu, tatkala para ahli ekonomi mengatakan bahwa sistem ekonomi dewasa ini penggeraknya adalah sisi permintaan bukan sisi penawaran.

Yang pengusaha alami sekarang sebenarnya bukan takut rugi, tapi takut kalah saing, yang salah satu alasannya karena ekonomi di Indonesia berbiaya tinggi. Hal ini akibat terkena imbas inflasi yang relatif tinggi dibanding dengan negara lain. Sengaja angka dan data tidak disajikan dalam opini ini karena pada umumnya sudah banyak yang tahu.

Ke depan, sebagai rakyat biasa memohon agar dalam merilis data perkembangan inflasi perbandingannya tidak cukup hanya disuguhkan progresnya dari bulan ke bulan atau diperbandingkan year on year (yoy) saja. Tapi direalisasi perbandingan inflasinya dengan negara lain, misal di lingkungan ASEAN dalam rentang waktu yang sama. Kita itu sebagian besar juga tahu bahwa kalau inflasi kita tinggi salah satu sebabnya adalah karena gerak ekonomi di dalam negeri cenderung tidak efisien dan produktivitasnya rendah.

BERITA TERKAIT

KPK Soroti Empat Hal Terkait Tata Kelola e-Katalog Alkes

KPK Soroti Empat Hal Terkait Tata Kelola e-Katalog Alkes NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti empat hal terkait…

Sekda Iwa Beberkan Strategi Tekan Inflasi Jabar

Sekda Iwa Beberkan Strategi Tekan Inflasi Jabar NERACA Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, membeberkan sejumlah…

Pembatalan Sosialisasi Visi Misi Bukan Kesalahan KPU

  Oleh : Mita Anggraini, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Indonesian Public Institut sempat menyayangkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Ketika Rakyat Sekadar Tumbal

  Oleh: Gigin Praginanto Antropolog Ekonomi Politik Perekonomian nasional itu ibarat sepeda. Harus selalu dikayuh agar bergerak dan tidak jatuh.…

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…

Debat Capres

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Debat pilpres tahap pertama akan dilaksanakan pada 17…