Personal Loan CIMB Tumbuh 135%

NERACA

Jakarta - Perbankan nasional terus menggenjot pertumbuhan portofolio kredit tanpa agunan (KTA) atau personal loan. Tak terkecuali dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Per 31 Desember 2012, kredit personal loan CIMB Niaga telah mencapai Rp942 miliar, meningkat signifikan 135% dibandingkan perolehan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp401 miliar.

Tony Tardjo, Head of Consumer Lending CIMB Niaga mengungkapkan, angka pertumbuhan tersebut merupakan salah satu yang tertinggi diantara pertumbuhan bisnis CIMB Niaga selama 2012. Selain penetrasi pemasaran ke kota-kota besar di Indonesia, personal loan CIMB Niaga juga dipasarkan melalui jaringan kantor CIMB Niaga yang tersebar luas di berbagai lokasi di Tanah Air.

“Kami juga fokus pada nasabah existing kami. Pertimbangannya, mereka sudah memahami produk dan layanan yang kami berikan, sehingga relatif lebih mudah untuk memasarkan produk personal loan kepada mereka,” terang Tony di Jakarta, Jumat.

Tony menambahkan, menyasar pekerja kantor yang baru memulai karirnya hingga yang sudah mencapainya di level menengah, maupun masyarakat dengan penggunaan internet rata-rata 45-60 jam per bulannya, personal loan CIMB Niaga menyediakan plafon hingga maksimal Rp200 juta dan jangka waktu 36 bulan.

Selain itu, produk ini juga memberikan bunga yang kompetitif, proses persetujuan yang relatif cepat, dan dana yang dapat digunakan untuk beragam kegunaan. Menurut Tony, dari total kredit personal loan CIMB Niaga per akhir 2012, area Jabodetabek masih memberikan kontribusi terbesar sebanyak 60%. Adapun dari sisi nonperforming loan/NPL, CIMB Niaga berhasil menjaganya di level yang relatif baik.

“Ke depan, kami melihat bisnis personal loan masih mempunyai ruang untuk terus tumbuh. Hal ini sejalan dengan strategi CIMB Niaga yang fokus pada bisnis bermargin tinggi, salah satunya adalah personal loan. Untuk itu, kami akan terus berekspansi ke area-area lain di Indonesia yang masih memiliki potensi untuk terus tumbuh, khususnya di kota-kota besar di Indonesia,” tutup Tony. [rin]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

PPATK Berhasil Mitigasi Pencucian Uang Senilai Rp10,39 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatatkan angka mitigasi pencucian uang yang berhasil…

Pemerintah Tambah Anggaran Subsidi FLPP Rp8,6 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyetujui permintaan dari tiga asosiasi pengembang perumahan, yaitu Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi…

BCA Syariah Telah Salurkan Pembiayaan UMKM Capai Rp1,01 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatat pembiayaan untuk segmen UMKM sebesar Rp 1,01…