Pejabat Kanwil BRI Jadi Tersangka Penggelapan Investasi Emas

NERACA

Jakarta - Wakil Pimpinan Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Cabang Jakarta Selatan (Kanwil BRI Jaksel), Rahman Arif, kini ditetapkan menjadi tersangka penggelapan investasi emas logam seberat 59 kilogram senilai Rp30 miliar milik nasabah RD. \"Tersangka RA masih sakit jantung dan menjalani perawatan di rumah sakit,\" kata Kepala Subdirektorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ricky Hasnul, kepada pers di Jakarta, Jumat.

Menurut Ricky, penyidik juga telah menetapkan tersangka terhadap staf keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan, Agus Mardianto dan kepala bagian administrasi kredit, Rotua Anastasya. Keduanya sekarang ditahan di Rutan Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Modus operandi para tersangka terungkap, saat seorang nasabah BRI menginvestasikan logam mulia seberat 59 kg dalam bentuk \"safety box\".

Kemudian, nasabah tersebut berencana mengubah jaminan dari fidusia menjadi gadai sehingga dilakukan pemeriksaan fisik terhadap logam mulia yang diinvestasikan. Namun saat pengecekan dilakukan, ternyata bentuk fisik logam mulia menjadi palsu dan saat itu kuncisafety boxmilik nasabah sudah berada di tangan Rotua Anastasya. \"Kemungkinan perubahan fisiknya terjadi kurun waktu Juli hingga September 2012,\" ujar Ricky.

Menurut dia, tersangka dikenakan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan UU Perbankan No.10 Tahun 1998 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. Ricky mengungkapkan, proses penyelidikan masih berlanjut, rencananya, penyidik akan memeriksa beberapa saksi yang sempat disebutkan para tersangka, termasuk Kepala Kanwil BRI Jakarta Selatan.

Sebelumnya, nasabah BRI berinisial RD melaporkan dugaan penggelapan logam mulia senilai Rp30 miliar yang diduga melibatkan karyawan BRI ke Polda Metro Jaya, 8 November 2012 silam.

Ditindak Tegas

Secara terpisah, manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbktetap komit menjaga kepercayaan nasabahnya. Sebab itu, apabila pegawai yang diduga menggelapkan emas nasabah terbukti bersalah, maka BRI tidak segan akan memberikan sanksi.

“Kita akan tindak tegas pekerja kita, bila terbukti bersalah,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI, Muhamad Ali di Jakarta dalam siaran persnya kepadaNeraca,akhir pekan lalu. Ali berharap, semua pihak menghormati proses hukum yang dilakukan oleh Kepolisian dan menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

Hal ini sangat penting agar penyidikan kasus ini berlangsung obyektif dan menemukan titik terang perkara yang semestinya. “Kita hormati proses hukum di Kepolisian. Kita bantu dan dorong Kepolisian mencari bukti-bukti, agar terang benderang siapa sebenarnya yang melakukan kesalahan,” ujarnya.

Sementara itu, BRI juga telah melaporkan perkara yang sama ke Mabes Polri dengan tanda bukti lapor No. TBL/499/XII/2012/Bareskrim pada5 Desember 2012 perkara penipuan dan penggelapan. Dan saat ini perkembangan penangannya diteruskan ke Reskrimum Polda Metro Jaya.

Ali mengatakan, manajemen tetap konsisten menyelenggarakan tata kelola perusahaan yang benar (GCG) dan menjalankanbest practiceseketat mungkin guna menjaga kepercayaan nasabah. Meski demikian, pelayanan BRI tetap mengedepankan profesionalisme dan keramah tamahan kepada nasabah. [fba]

Related posts