Bidik Pelanggan Lintas Negeri, XL Integrasikan BTS - Menakar Bisnis Telekomunikasi

NERACA

Jakarta – Proyeksi layanan data dan non voice yang bakal mengalami pertumbuhan signifikan di bisnis sektor telkomunikasi, menjadi keyakinan bila pasar telekomunikasi di tahun ini masih akan terus tumbuh ditengah kejenuhan.

Kata analis AM Capital Ahmad Nur Cahyadi, stagnasi bisnis telekomunikasi akan selesai karena pertumbuhan bisnis non voice mengalami pertumbuhan signifikan, “Bisnis telco masih bagus karena kejenuhan itu sudah terlewati,”katanya.

Belum lama ini, lembaga konsultan Frost & Sullivan memperkirakan, pertumbuhanan industri telekomunikasi Indonesia. Tahun ini diperkirakan nilai pasar dari industri seluler terjadi pertumbuhan sekitar 10,8% atau mencapai Rp 149,7 triliun. Sedangkan pada tahun 2012, diperkirakan pendapatan dari industri seluler Indonesia sekitar Rp 134,5 triliun atau naik 16,6% dibandingkan 2011 sebesar Rp 113,1 triliun.

Merespon peluang tersebut, PT XL Axiata Tbk terus berbenah diri untuk menjadi yang terdepan menguasai pasar. Salah satu yang dilakukan perseroan adalah memperluas jaringan di pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan internasional dan Singapura.

VP West Region Xl Axiata Bambang Parikesit mengatakan, perseroan menargetkan pelanggan di Pulau Belakang Padang ini bisa mencapai 6.000 orang, “Saat ini jumlah pelanggan XL di Pulau Belakang Padang ini mencapai 2.000 pelanggan. Tahun 2013, diharapkan tumbuh lebih dari 100% khususnya bagi layanan tradisional telekomunikasi baik voice dan pesan pendek (sms),”katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini XL telah masuk ke Pulau Belakang Padang ini sejak 2004, dan mendirikan BTS (base transceiver station). Bahkan tahun 2011, perseroan sudah mengintegrasikan BTS di sini dengan sites 3G, sehingga masyarakat bisa menikmati akses data.

Jangkau Pulau Terluar

Diakui Bambang, jumlah pelanggan di pulau terluar tersebut memang belum signifikan dibanding total pelanggan di Batam. Saat ini di Batam, total pelanggan mencapai 302.000 pelanggan. Untuk meningkatkan jumlah pelanggan, XL aktif melakukan corporate social responsibility (CSR) guna mempermudah akses data menyusul tingginya permintaan, “Karena jumlah pelanggan data di pulau terluar ini masih sedikit, akses data di pulau ini bisa mencapai 10 MBPS (mega bites per second), sementara untuk wilayah rata-rata Batam sekitar 4,9-6 MBPS," jelasnya.

Untuk meningkatkan jumlah pelanggannya di wilayah ini, Maret tahun lalu, XL telah mengintegrasikan layanan berbasis data 3G HotRod. Sebagai gambaran, pulau yang juga dikenal dengan nama Pulau Penawar Rindu ini memiliki jumlah penduduk 25 ribu jiwa. Sekitar 50% dari penduduk tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi pelanggan pelanggan potensial XL. "Saat ini BTS di Pulau Belakang Padang ini ada dua, kedua-duanya sudah bisa untuk akses 3G," jelasnya.

Selain di Pulau Belakang Padang, XL juga memiliki sejumlah BTS di pulau terluar lainnya. Di wilayah sekitar Sumatera, XL memiliki BTS di Pulau Sabang (ujung Barat RI), Pulau Simeulue (Samudera Hindia), dan Natuna (Laut Cina Selatan).

Presiden Direktur XL Hasnul pernah bilang, saat ini XL akan tetap fokus pada layanan data dan sejumlah langkah strategis telah disiapkan. Saat ini layanan data memberikan kontribusi sebesar 20%,”Untuk 2013 kami berharap tentunya kontribusi tersebut akan semakin meningkat lagi. Untuk itu, kami akan fokus pada upaya bagaimana XL dapat memberikan better experience bagi pelanggan sehingga pelanggan akan merasakan kenyamana dalam menggunakan layanan yang disediakan XL," tandas Hasnul. (bani)

Related posts