Per Desember, Laba Indofarma Capai Rp 42,38 Miliar - Catatkan Kenaikan 14,80%

NERACA

Jakarta- PT Indofarma Tbk (INAF) per Desember 2012 membukukan pertumbuhan laba sebesar 14,80% menjadi Rp42,38 miliar atau Rp13,68 per saham, dibandingkan laba bersih 2011 sebesar Rp36,92 miliar atau Rp11,93 per saham.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangannya di Jakarta kemarin. Sementara pendapatan bersih turun jadi Rp1,15 triliun, YoY dari Rp1,20 triliun dan beban pokok penjualan turun jadi Rp788,15 miliar, YoY dari Rp807,28 miliar. Laba kotor tercatat turun menajdi Rp367,89 miliar per Desember 2012, YoY dari Rp396,18 miliar. Demikian laporan keuangan perseroan Jumat (8/3/2013).

Sedangkan laba sebelum pajak menjadi Rp61.73 miliar dari dari laba sebelum pajak di tahun sebelumnya Rp55,20 miliar karena turunnya beban keuangan menjadi Rp20,92 miliar dari beban keuangan sebelumnya Rp21,27 miliar.

Sebagai informasi, PT Indofarma Tbk mengklaim akan terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpan pasar obat generik di Indonesia dengan membidik pasar segmen menegah atas, “Selama ini kami melihat image obat generik masih identik dengan kalangan menengah ke bawah. Masyarakat menengah atas cenderung enggan mengonsumsinya. Karena itu kami sengaja roadshow ke mall-mall untuk sosialisasi,”kata Direktur Pemasaran Indofarma, Elfiano Rizaldi.

Menurutnya, kualitas obat generik sama sekali tidak kalah dengan obat bermerek. Apalagi nanti ketika BPJS sudah berjalan, penggunaan obat generik adalah yang didulukan.

Kata Elfiano, beberapa mall yang telah masuk dalam jadwal roadshow Indofarma, menurut Elfiano, adalah Gandaria City, Mall Taman Anggrek, Mall Kelapa Gading dan beberapa mall premium lainnya.

Selain melakukan roadshow di Jakarta, Elfiano menjelaskan, Indofarma akan juga memperluas roadshow ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan terus dikembangkan hingga ke seluruh Indonesia sampai akhir tahun nanti. (bani)

BERITA TERKAIT

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…

Apkasi Sambut Baik Kenaikan Gaji Perangkat Desa

Apkasi Sambut Baik Kenaikan Gaji Perangkat Desa NERACA Jakarta - Pemerintahan desa yang juga memiliki andil cukup besar dalam menjalankan…

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…