Kenaikan Saham Sugih Energy Dinilai Wajar - Ekspansi Pengeboran Minyak

NERACA

Jakarta - Peningkatan harga saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI) sebesar 33,92% dari periode Januari sampai dengan saat ini dinilai masih sangat wajar. "Wajar saja jika melihat pemberitaan SUGI selama ini yang melakukan kegiatan pengeboran. Kondisi tersebut mendongkrak saham perseroan sampai sejauh ini. Kecuali, jika saham perseroan bergerak naik namun tidak ada aktifitas yang dilakukan perseroan dalam mendongkrak kinerjanya, hal itu bisa disebut goreng-menggoreng saham," kata analis Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, saat ini perseroan tengah giat melakukan ekspansi pengeboran minyak dan gas di berbagai wilayah. Asumsi ini dianggap positif oleh pelaku pasar dan optimis pergerakan saham perseroan akan terdongkrak seiring rentetan dari aksi tersebut.

Seperti diketahui, sampai dengan pukul 15:30 JATS, harga saham SUGI tercatat mencapai Rp375 per saham, naik 33,92% dibanding Rp280 per saham pada awal 2013. Harga saham perusahaan ekplorasi dan eksploitasi minyak dan gas ini sempat mencapai Rp380 per saham pada Jumat akhir pekan kemarin.

Sebelumnya, manajemen SUGI menyampaikan bahwa pada tanggal 1 Maret 2013, perseroan telah mencapai target kedalaman 6.400 feet dalam kegiatan pengeboran pada sumur eksplorasi Akatara-1. Setelah target kedalaman pengeboran tersebut tercapai, selanjutnya akan dilakukan proses pengambilan data (loging) dan proses pengujian (testing) terhadap kandungan yang terdapat di dalam sumur tersebut."Setelah itu, kami akan segera menyampaikan hasil pengeboran secara menyeluruh atas kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Akatara-1 kepada publik dan Otoritas Pasar Modal," kata Direktur SUGI, Fachmi Zakarsi.

Perseroan juga telah melakukan pengeboran sumur sumur migas Selong-1 yang terletak tak jauh dari sumur Akatara I. Dari sumur Selong I diperkirakan akan menghasilkan minyak sekitar 790 barel per hari (bph) dan gas sebesar 16,8 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Sementara untuk cadangan migas di Blok Lemang diperkirakan mencapai 511 juta barel dan gas sekitar 468 miliar kaki.(bani)

BERITA TERKAIT

Genjot Ekspansi Kredit - Lagi, BTN Gelar Akad Massal Serentak

Penetrasi pertumbuhan kredit kepemilikan rumah (KPR) lebih besar lagi, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk kesekian kalinya menggelar akad…

BPKN: Segera Revisi UU Perlindungan Konsumen! - DINILAI TIDAK SESUAI PERKEMBANGAN ZAMAN

Jakarta-Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendesak pemerintah agar merevisi Undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Karena UU tersebut…

Dukung Penyebaran Saham - Berlina Berikan 12 Juta Saham Ke Karyawan

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan investor di pasar modal, PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menerbitkan hak opsi grant 2 dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…