Catatkan Rekor, IHSG Awal Pekan Rawan Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Jum’at akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya ditutup menguat 26,196 poin (0,54%) ke level 4.874,495. Sementara Indeks LQ45 naik 4,969 poin (0,60%) ke level 837,284. Berkat aksi beli investor terhadap saham-saham lapis dua, indeks BEI kembali menembus rekor tertingginya sepanjang masa.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, kenaikan indeks BEI akhir pekan masih didorong aksi beli investor asing, “Kenaikan indeks BEI akhir pekan salah satunya ditopang oleh aliran dana asing atau "capital inflow” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengatakan, kestabilan serta prospek ekonomi Indonesia menjadi daya tarik bagi investor asing. Dari pembukaan awal tahun IHSG tercatat menguat sekitar 12,92% dan menjadi salah satu bursa dengan performa terbaik tahun ini.

Selain itu, sentimen positif dari beberapa data ekonomi AS serta ekspektasi kelanjutan program stimulus di beberapa negara besar juga menjadi katalis indeks BEI menguat. Dirinya menilai, hal tersebut menumbuhkan optimisme bahwa pemulihan ekonomi di AS, China, dan Jepang akan berlanjut.

Kemudian kebijakan "quantitative easing" tahap tiga (QE3) yang dimulai sejak September lalu dan suku bunga The Fed yang rendah sepertinya berhasil mengangkat perekonomian AS.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak terbatas di kisaran 4.855-4.900 poin. Aksi ambil untung mulai membayangi indeks BEI, “Diperkirakan beberapa saham unggulan yang menjadi pendorong indeks BEI mulai mengalami koreksi," ungkapnya.

Pada perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin, indeks BEI kembali mencatatkan rekornya dari sebelumnya rekor indeks berada di level 4.848,299 setelah naik 23,616 poin (0,49%). Sembilan sektor berhasil menguat akibat aksi beli, hanya satu sektor yang ketinggalan di zona merah, yaitu sektor agrikultur gara-gara kena aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 199.787 kali pada volume 8,978 miliar lembar saham senilai Rp 7,661 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Volume dan nilai perdagangan naik tinggi karena ada transaksi tutup sendiri alias crossing saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) senilai Rp 883 miliar di pasar negosiasi oleh broker CIMB Securities Indonesia (YU).

Tercatat perdagangan akhir pekan, pasar-pasar saham Asia menguat. Namun sayang, pasar saham China dan Singapura terkoreksi akibat aksi ambil untung. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 825 ke Rp 4.200, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 700 ke Rp 15.450, Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 650 ke Rp 3.400, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 40.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 26.000, Mandom (TCID) turun Rp 400 ke Rp 11.600, Inovisi (INVS) turun Rp 350 ke Rp 6.650, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 49.850.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 23,024 poin (0,47%) ke level 4.871,323. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,325 poin (0,64%) ke level 837,640.

Sayangnya, begitu IHSG tembus 4.900, para pelaku pasar langsung memanfaatkan posisi yang tinggi ini untuk aksi ambil untung. Sehingga laju IHSG sedikit melambat meski masih bertahan di zona hijau.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 131.126 kali pada volume 5,971 miliar lembar saham senilai Rp 4,987 triliun. Sebanyak 123 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 107 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 550 ke Rp 3.300, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 ke Rp 15.200, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 40.250, dan Japfa (JPFA) naik Rp 300 ke Rp 8.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 26.000, Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 11.500, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 350 ke Rp 1.750, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 76.850.

Diawal perdagangan indek BEI juga dibuka menguat 5,72 poin atau 0,12% ke posisi 4.854,01. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,43 poin (0,17%) ke level 833,75.

Analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja mengatakan, sentimen IHSG BEI juga didukung oleh optimisme investor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat cukup tinggi, “Secara teknikal indeks BEI bakal bergerak menguat di kisaran 4.829-4.873,”paparnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, pada Jum’at akhir pekan dibuka menguat 177,95 poin (0,78%) ke level 22.949,39, indeks Nikkei-225 naik 163,07 poin (1,36%) ke level 12.131,15, Straits Times melemah 0,75 poin (0,02%) ke posisi 3.297,79. (bani)

Related posts