PNM Bukukan Laba Bersih Rp41,58 Miliar di 2012

NERACA

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM telah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp41,58 miliar pada tahun 2012 atau tumbuh sekitar 33,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp31,136 miliar.

"Ini lebih ditopang oleh meningkatnya kinerja usaha perseroan yang fokus pada pembiayaan usaha mikro kecil (UMK). Selama tahun lalu perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp70,373 miliar atau naik signifikan sekitar 45,97% dari tahun 2011 sebesar Rp48,209 miliar," kata Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja dalam keterangan tertulis yang diterima Neraca, Kamis (7/3).

Parman mengatakan, kenaikan laba usaha tersebut seiring dengan adanya peningkatan pendapatan usaha sekitar 30,72% dari Rp658,29 miliar pada 2011 menjadi Rp860,56 miliar. Dari total pendapatan ini, pendapatan bunga dari unit Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM ) memberikan kontribusi terbesar mencapai Rp785,08 miliar atau meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp558,39 miliar. “Selain didukung kerja keras dan kondisi makro ekonomi yang positif, pertumbuhan kinerja ini tidak lepas dari strategi pengembangan jaringan bisnis mikro,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, dia menuturkan sepanjang tahun 2012, PNM membangun unit baru sebanyak 100 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Pada akhir tahun 2012, total kantor layanan PNM mencapai 580 kantor yang terdiri dari 22 kantor cabang, 5 cabang pembantu, 76 klaster, dan 477 unit ULaMM yang melayani 2.247 kecamatan di 22 provinsi se-Indonesia. “Adapun jumlah nasabah yang terlayani PNM sejak 2009 mencapai sekitar 123 ribu dan ditargetkan sekitar 40 - 60 ribu nasabah baru untuk tahun ini,” ungkapnya.

Parman menjelaskan pendapatan ULaMM sebagai produk unggulan PNM mencapai Rp785,087 miliar pada 2012 atau meningkat sekitar 40,59% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp558,393 miliar. Kontribusi ULaMM terhadap total pendapatan perseroan semakin meningkat hingga 91,2%. “Ini membuktikan proses turn around bisnis perseroan sudah tepat dan on the right track atau berjalan sesuai di jalurnya. Bahkan, kita akan semakin fokus memperkuat bisnis mikro ke depannya,” tuturnya.

Parman juga mengungkapkan pada akhir 2008 PNM melakukan transformasi bisnis dari pembiayaan tak langsung menjadi pembiayaan langsung kepada nasabah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bahkan, sejak 2012 perseroan semakin fokus menggarap pasar mikro. Menurutnya, untuk memacu kinerja 2013 perseroan akan kembali melakukan ekspansi bisnis dengan memperluas kantor unit layanan dan fokus di pasar mikro. “Ditargetkan PNM menambah 100 unit ULaMM, 20 kantor klaster, 3 kantor cabang pembantu dan 4 kantor cabang,” ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan kinerja ini menunjukkan potensi dan ceruk pasar UMK masih sangat besar. Sebagai BUMN yang khusus bagi UMKM, PNM menyasar pasar mikro antara rentenir dan perbankan. Dengan demikian, bunga kredit untuk nasabah pun lebih besar dari bank tetapi jauh lebih kecil dibanding rentenir. “PNM hadir untuk menjembatani para pelaku UMK yang belum bankable untuk selanjutnya kita berikan pembiayaan dan pelatihan sehingga mereka menjadi bankable,” pungkasnya. [ria]

Related posts