Lunasi Utang, Tower Terbitkan Obligasi US$ 500 Juta - Tawarkan Kupon Maksimal 8%

NERACA

Jakarta- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk akan menerbitkan obligasi senilai US$ 500 juta dolar yang sebagian besar akan digunakan untuk pelunasan pinjaman. “81% hasil bersih dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk melunasi pinjaman yang akan jatuh tempo, serta mempercepat pelunasan. Sisanya akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis,”kata Direktur Tower Bersama Helmy Yusman Santoso di Jakarta, Kamis (7/3).

Dia mengatakan, penerbitan obligasi global tersebut merupakan langkah diversifikasi sumber pendanaan yang dilakukan oleh perseroan. Pasalnya, saat ini perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman sebesar US$ 250 juta yang belum dicairkan.

Menurutnya, langkah inipun merupakan salah satu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan disetujui oleh para pemegang saham dengan kupon obligasi maksimal sebesar 8%.

Obligasi global yang akan diterbitkan ini, lanjut dia, memiliki tenor lima tahun dan akan dipasarkan kepada investor di Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa, juga Asia. Perseroan optimistis, obligasi yang diterbitkan perseroan akan cukup baik, mengingat pihaknya memiliki kontrak jangka panjang untuk penyewaan menara telekomunikasi selama 10 tahun.

Selain itu, bisnis infrastruktur, khususnya di bidang telekomunikasi di dalam negeri masih akan terus berkembang.Terkait kurs nilai tukar rupiah yang saat ini cenderung mengalami pelemahan, kata Helmy, pihaknya telah menerapkan sistem “hedging” sehingga tidak mengkhawatirkan kondisi tersebut. “Kurs tidak masalah karena kami melakukan hedging. Semua utang sebisa mungkin di-hedging, tapi bertahap,” ujarnya.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$ 250 juta. Rancananya, dana tersebut akan difokuskan untuk meningkatkan jumlah antena generasi ketiga (3G) seiring dengan kebutuhan akses data masyarakat.

Sejauh ini penggunaan akses data tercatat mencetak pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan suara dan pesan singkat. Pihaknya mencatat, per Desember 2012, perseroan memiliki dan mengoperasikan 8.439 situs dengan 13.708 penyewaan.

Sementara hingga akhir Desember 2012, perseroan mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp 1,71 triliun dan Rp 1,39 triliun. Pendapatan meningkat 77% dan EBITDA meningkat 83% jika dibanding periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. (bani)

BERITA TERKAIT

Produktivitas Utang Negara

Persoalan utang luar negeri Indonesia tidak terlepas dari perjalanan siklus kepemimpinan dari masa ke masa. Pemerintahan Jokowi-JK akhirnya kini menanggung…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

Targetkan Produksi 400 Ribu Ton - BOSS Anggarkan Belanja Modal US$ 10 Juta

NERACA Jakarta – Danai operasional kinerja perusahaan guna memacu produksi tambang batu bara tumbuh lebih agrsif lagi, PT Borneo Olah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…