PT Timah Tbk Raih Peringkat AA dari Pefindo

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat "idAA" untuk PT Timah (Persero) Tbk (TINS) dengan outlook stabil, “Peringkat tersebut mencerminkan posisi perusahaan yang memiliki biaya produksi yang relatif efisien berkat operasional perusahaan yang terintegrasi, tingkat hutang berbunga yang sangat konservatif dan proteksi arus kas yang kuat," kata analis Pefindo, Haryo Koconegoro dan Niken Indriarsih dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/3).

Namun, peringkat yang diberikan dengan periode 14 Februari 2013 - 1 Februari 2014 ini dibatasi oleh maraknya praktek penambangan liar dan volatilitas harga timah di pasar komoditas dunia.

TINS yang merupakan perusahaan tambang milik pemerintah ini memiliki produk utama lempengan timah (91,7% dari nilai penjualan di sembilan bulan pertama 2012). Selain juga terintegrasi dengan lokasi penambangan utama di Pangkal Pinang, Bangka. (bani)

BERITA TERKAIT

Pefindo Beri Peringkat A- Obligasi ADHI

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA- untuk Obligasi Berkelanjutan I/2013 seri B senilai Rp500 miliar milik PT Adhi…

TAMU Raih Kontrak Baru Rp 24,77 Miliar

Di awal tahun 2020, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) mengantongi kontrak baru senilai Rp24,77 miliar. Emiten pelayaran ini ditunjuk…

Elnusa Anggarkan Belanja Modal Rp 1 Triliun

Danai pengembangan bisnisnya, PT Elnusa Tbk (ELSA) mengalokasikan belanja modal tahun ini sekitar Rp 1triliun. Dimana jumlah capex yang dialokasikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…