Hunting Rumah Hunian

Hunting Rumah Hunian

Salah seorang kepala keluarga muda, Cahyadi (28) telah menggunakan situs-situs properti untuk mendapatkan rumah tinggal. Menurut dia, makin banyaknya informasi yang masuk, menunjukkan nilai properti dari waktu ke waktu melesat harganya.

Kendati dmeikian, belum tentu dia mengambil atau menawar salah satu properti yang ada di situs-situs itu. Dia lebih suka mencari properti di kampung, tapi dekat dengan perumahan-perumahan baru.

“Tentu harganya lebih murah dari harga yang ada di dalam kompleks,” kata karyawan yang berkantor di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jaksel ini. Dengan memilih properti, baik rumah sudah jadi maupun tanah kosong, kata Cahyadi, lebih mudah membentuk rumah yang lebih sesuai dengan selera.

“Menambah bangunan atau membentuk modelnya kita bisa leluasa, karena mempunyai cadangan dana lebih banyak lagi,” tuturnya. Menurut dia, yang harus diperkaya adalah model-model rumah hunian yang tidak seragam, seperti di komplek. Dia pun banyak mencari referensi dari buku-buku di toko buku. Dari buku itu pula, dia bisa merancang dan membuat anggaran belanja yang dibutuhkan secara detil.

Sementara itu, Edy Haryono (48), seorang pengembang yang tinggal di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengungkapkan, makin mahalnya harga properti memicu orang mencari rumah yang lokasinya lebih jauh.

“Yang penting asal sarana pendukungnya tercukupi, termasuk transportasinya terjangkau dan mudah,” tutur Edy yang saat ini ikut membangun perumahan keluarga TNI di kawasan Bogor Barat. Edy sendiri mengungkapkan pengalamannya berpindah tempat tinggal. Semula di kawasan Cibubur, kini pindah kea rah Cileungsi, sekitar 7,5 km lebih jauh. (saksono)

Related posts