Awas, Banyak Pensil 2B Palsu beredar - Memilih Pensil Ujian

Seperti diketahui, ujian masuk perguruan tinggi berlangsung setiap tahun. Tetapi, menjelang pelaksanaannya, aksesoris perlengkapan saat SNMPTN seperti alat tulis, penghapus dan lain sebagainya mutlak diperlukan. Salah satu perlengkapan paling penting yang harus dipersiapkan menjelang ujian adalah pensil 2B. Namun, untuk mendapatkan pensil yang tepat harus hati-hati dalam memilihnya.

Mengapa? Karena meski jawaban yang diberikan dalam lembaran jawaban komputer (LJK) betul seluruhnya, kesalahan memilih pensil 2B mengakibatkan seluruh jawaban dalam LJK akan diabaikan oleh komputer. Ya, lantaran pensil yang digunakan itu tidak memiliki standar lead grafit yang bisa mengeluarkan citra hitam cukup kuat untuk membuat komputer bisa membaca jawaban tersebut.

Seperti diketahui, LJK akan diperiksa menggunakan alat bantu berupa komputer yang disebut scantron. Mengikti perkembanga teknologi, scantron pun berkembang menjadi semakin canggih. Sistem scantron modern saat ini memiliki teknologi yang cukup tingi, dimana alat ini menggunakan sensor gambar dan alogaritma pengolahan gambar yang cukup canggih.

Alogaritma ini bahkan dapat membedakan bulatan jawaban hanya dari pembacaan bulatan mana yang memiliki goresan paling tebal. Jadi jika mengisi setiap bulatan jawaban pada LJK, alat scantron canggih ini akan menentukan mana bulatan yang diarsir paling gelap dalam setiap barisnya dan menetapkannya sebagai jawaban. Bahkan sistem scantron canggih ini, dapat melakukan pembacaan melalui kedua sisi LJK. Oleh karena itu, agar jawaban dapat dibaca secara sempurna oleh perangkat ini, maka satu-satunya alat yang aman untuk digunakan adalah pensil 2B.

Ironisnya, saat ini pensil 2B palsu ditengarai banyak beredar di masyarakat. Maraknya pensil palsu di pasaran jelang ujian nasional ini dianggap merugikan para pelajar yang dalam waktu dekat ini akan segera menghadapi ujian nasional.

Public Relations PT Faber-Castell International Indonesia, Andri Kurniawan mengatakan, tidak hanya merugikan produsen, pensil palsu juga merugikan para pelajar yang dalam waktu dekat ini akan segera menghadapi ujian nasional.

Dukungan tersebut terkait dengan pemusnahan 832.752 batang pensil 2B beserta 54 ribu buah rautan yang dilakukan Subdit Penindakan Direktorat Penyidikan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM,di sebuah pabrik pengelola limbah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.\"Kita selalu berusaha memantau kemungkinan adanya pensil palsu, dan hingga saat ini peredaran pensil palsu yang menyerupai milik Faber-Castell tidak di dapatkan dalam jumlah yang signifikan,\" kata Andri.

Sementara itu, untuk langkah awal masyarakatjuga dapat membedakan secara langsung melalui beberapa ciri-ciri pensil asli Castell 9000 2B, yakni memiliki diameter leads paling besar (2,8 mm), warna kayu lebih terang, beraroma khas kayu, dan memiliki cat warna keemasan (gold) yang rapih di ujung pensil. Sedangkan pensil palsu bisanya memiliki diameter leads lebih kecil, berwarna merah,memiliki aroma yang menyengat, dan biasanya memiliki cat yang tidak rapih.

“Kami juga meminta masyarakat untuk turut aktif dengan lebih cerdas memilih produk, terutama para pelajar yang akan menempuh ujian nasional dalam waktu dekat, di antaranya dengan memilih pensil Castell 2B, yang terdapat dalam kemasan paket ujian Faber-Castell,” tutup Andri.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Kualitas SDM - Antam Fasilitasi Warga Sangau Ujian Paket C

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, PT Aneka Tambang Tbk unit Bisnis Pertambangan-Bauksit Tayan memfasilitasi 13 warga Kecamatan Tayan dan…

Mantan Ketua MK - Milenial Rugi Kalau Tidak Memilih

Mahfud MD Mantan Ketua MK Milenial Rugi Kalau Tidak Memilih  Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai…

DPPU Binaka Beri Banyak Kontribusi ke Daerah

Jakarta-Pengamat ekonomi menilai pengoperasian Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Binaka Kepulauan Nias, memberi banyak keuntungan berbagai sektor. Termasuk di antaranya,…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…