UGM Jadikan Perpusatakaan Sumber Ilmu

“Membaca adalah jendela dunia” kira-kira seperti itulah penggalan kalimat yang sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Membaca adalah gerbang menuju masa depan sebagai proses mencerdaskan anak bangsa. Maka tidak salah, jika dalam Islam diketahui bahwa wahyu yang pertama kali diturunkan oleh Allah kepada Rasulnya, Muhammad Ibnu Abdillah, adalah wahyu mengenai “membaca” atau dikenal dengan “Iqra”.

Dalam lingkup perguruan tinggi saat ini, tingkat keberlangsungan pendidikan bertumpu kepada sejauh mana mahasiswa berada dalam lingkungan dan semangat membaca. Ketika membaca menjadi konsumsi utama mahasisawa, maka keberlangsungan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa akan terealisasi dengan baik. Begitupun sebaliknya, proses tersebut akan menjadi sia-sia jika lingkungan membaca tidak terbentuk dalam lingkup perguruan tinggi.

Berangkat dari hal tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berupaya menjadikan perpustakaan yang tersebar di lingkungan kampus tersebut sebagai muara keilmuan yang bermanfaat untuk sivitas akademika dan masyarakat.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Prof Dr Suratman menuturkan, perpustakaan dapat memberikan dan memunculkan inspirasi kepada setiap penggunanya. Selain itu, perpustakaan juga dapat menanamkan akar keilmuan kepada masyarakat serta menjadi pelestari ilmu dan pengetahuan.

"Kami terus mendorong perpustakaan agar dapat menjalankan peran tri darma dalam pendidikan, penelitian, publikasi, dan pengabdian pada masyarakat dengan optimal," kata Suratman.

Untuk menghadapi tantangan yang semakin berat di tengah perkembangan arus teknologi dan komunikasi yang begitu cepat, Perpustakaan UGM diharapkan mampu mengemas melalui peran teknologi, kewirausahaan, dan manajerial modern dengan membuka jendela dunia.

Kepala Perpustakaan UGM Nawang Purwanti mengatakan pihaknya terus berupaya memperkokoh reputasi UGM. Hal itu dilakukan dengan memperkuat fungsi perpustakaan untuk terus meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia, layanan perpustakaan, koleksi bahan pustaka, dan ketersediaan teknologi informasi.

Sebagai pusat informasi dan pembelajaran, lanjut Purwanti, perpustakaan UGM selalu berusaha bergerak dinamis dan tanggap terhadap perubahan kebutuhan informasi seluruh sivitas akademika yang semakin akrab dengan perkembangan teknologi.

"Ketersediaan sarana dan teknologi informasi pengguna jasa layanan perpustakaan diharapkan menjadikan pengunjung perpustakaaan dapat memperoleh informasi yang lebih ideal. Ke depan, sumber informasi koleksi cetak akan dikurangi dan digantikan dengan format digital yang dapat dioperasikan lebih cepat, dengan jumlah informasi yang besar, serta nyaman dan mudah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan," tutupnya.

BERITA TERKAIT

BPS: Pertambangan Sumber Utama Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

BPS: Pertambangan Sumber Utama Pertumbuhan Ekonomi Sumsel NERACA Palembang - Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan sektor pertambangan dan penggalian di…

Tim Biologi UGM: Penyu di Pantai Congot Mati Bukan Karena Plastik

Tim Biologi UGM: Penyu di Pantai Congot Mati Bukan Karena Plastik NERACA Jakarta - Beberapa pekan kemarin, beredar kabar seekor…

Wakil Ketua MPR - Politik Uang Sumber Masalah Demokrasi

Mahyudin Wakil Ketua MPR  Politik Uang Sumber Masalah Demokrasi  Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin menegaskan politik…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Peran Ibu Tak Akan Tergantikan dengan Teknologi

    Peranan ibu dalam mendidik anak tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi seperti pada era digital saat ini, kata…

Pendidikan untuk Si Kecil di Era Teknologi

      Pada era millenial seperti saat ini, teknologi digital menjadi realitas zaman yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan…

Mengapa Anak Usia 7 Tahun Ideal Masuk SD

    Selain kemampuan intelektual, kesiapan mental anak juga harus dipertimbangkan dalam aktivitas kegiatan belajar di jenjang pendidikan Sekolah Dasar…