BUMN Kembangkan Program Pemberdayaan Buruh Migran - Ubah Paradigma

Melalui program filantropi dengan alokasi dana dari corporate social responsibility (CSR), perusahaan-perusahaan milik negara memiliki inisiatif untuk membantu meningkatkan kapasitas buruh migran Indonesia (BMI) di luar negeri melalui pelatihan kewirausahaan.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menuturkan, buruh migran yang bekerja di luar negeri memiliki semangat untuk berubah dari paradigma seorang pekerja untuk menjadi wirausaha. Oleh karena itu, dengan adanya program pelatihan kewirausahaan yang merupakan inisiatif perusahaan-perusahaan itu akan menumbuhkan komitmen bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk lebih total mengembangkan program pemberdayaan buruh migran.

“Menurut saya, program membantu buruh migran yang terbaik adalah inisiatif mereka, bukan karena didorong oleh saya. Saya menyarankan dan menstimulasi saja nanti, tapi tidak memerintahkan,” ujar Dahlan di Hong Kong, 3 Maret 2013.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah salah satu badan usaha milik negara yang memiliki program pelatihan kewirausahaan bagi buruh migran Indonesia. Melalui program Mandiri Sahabatku, Bank pelat merah itu bekerja sama dengan Universitas Ciputra Entrepreneurship Center telah melakukan pelatihan kepada 2.918 pekerja migran yang tersebar di Hong Kong dan Malaysia.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, program Mandiri Sahabatku diikuti oleh 875 pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Pelatihan kewirausahaan ini terbagi dalam tiga tahap pelatihan, yaitu pra-penempatan, penempatan, dan pasca-penempatan. Saat ini, jumlah tersebut melonjak hingga 1.052 orang.

“Semua gratis, sehingga mereka nantinya bisa menjadi majikan dengan memulai usaha sendiri ketika pulang ke kampung halaman,” ujar dia.

Related posts