Ajak Mahasiswa Ciptakan Perubahan - Danone Young Social Entrepreneur

Bisnis sosial memiliki peran besar dalam upaya mengatasi masalah sosial. Sebagai salah satu alternatif model bisnis yang bisa memecahkan masalah sosial melalui pemberdayaan masyarakat sekitar, kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif merupakan faktor utama yang dibutuhkan dalam membangun bisnis sosial. Oleh sebab itu, partisipasi para pebisnis melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mutlak diperlukan.

Ya, bentuk partisipasi perusahaan tersebut dapat diberikan dalam bentuk membagi kepeduliannya dengan menguatkan jejaring dengan perguruan tinggi dengan melatih serta membekali para mahasiswa sebagai upaya menguatkan aktivitas pendukungan dalam menangani masalah-masalah sosial kemasyarakatan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di lingkungan secara utuh.

Human Resource Director PT.Sari Husada, Groupe Danone Indonesia, Evan Indrawijaya menuturkan, faktor utama yang dibutuhkan dalam membangun bisnis sosial adalah kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif. Sebuah gagasan inovatif dapat menarik minat penyandang dana untuk memberikan bantuan modal pada ide bisnis sosial tersebut.

“Karena itu, dengan menyandang semangat dan dual komitmen Danone terhadap kemajuan sosial-ekonomi, kami mengajak para mahasiswa untuk ikut berperan serta melalui ide-ide bisnis sosial mereka untuk mewujudkan perbaikan ekonomi di negeri ini,” ujar dia.

Melalui program kompetisi DYSE (Danone Young Social Entrepreneur), lanjut Evan, Group Danone Indonesia berinisiatif mengajak para mahasiswa untuk menciptakan perubahan melalui ide bisnis sosial yang mereka rancang. Melalui kompetisi DYSE ini, sambung dia, Danone ingin menularkan komitmennya, yakni berkontribusi pada kemajuan ekonomi dan sosial, kepada para mahasiswa terbaik di Indonesia, untuk dapat menciptakan ide-ide perubahan yang baik di lingkungan mereka sendiri melalui bisnis sosial mereka.

Dalam DYSE, setiap tim peserta yang beranggotakan lima orang mahasiswa berperan sebagai Board of Director dari sebuah unit bisnis sosial baru yang mereka rancang sendiri. Para mahasiswa ini diharuskan melakukan SWOT analysis, menentukan strategic direction, action plan serta profit & loss estimate untuk ide bisnis sosial yang mereka ajukan.

“Kompetisi ini merupakan sebuah tantangan bagi para mahasiswa untuk menghasilkan aksi nyata dalam membantu perubahan ekonomi ke arah yang lebih baik. Melalui kompetisi ini, kita dapat melihat berbagai gagasan cemerlang mengenai bisnis sosial dari para cikal bakal penerus bangsa ini,” ujar Goris Mustaqim, pendiri ASGAR Muda Foundation, beberapa waktu lalu.

Belum lama ini, tepatnya 27 Februari 2013 lalu, Groupe Danone Indonesia mengumumkan pemenang Danone Young Social Entrepeneur 2013 pada acara Country Final DYSE 2013 di Balai Sudirman, Jakarta. Acara tersebut diikuti oleh lima tim finalis yang lolos ke tahap semi final dari total 23 semi finalis yang datang dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, dimana para finalis mendapatkan kesempatan mewujudkan ide bisnis sosial secara nyata melalui bantuan permodalan dan beasiswa.

Related posts