Visa: 2,5 Miliar Orang Belum Menyentuh - Sektor Keuangan Formal

NERACA

Jakarta - Sebanyak 2.5 miliar orang di seluruh dunia masih belum menyentuh sektor keuangan formal atau sekitar 80% dari populasi orang dewasa (15 tahun ke atas).Hal ini menunjukkan masih banyak orang yang bergantung pada uang tunai yang berpengaruh terhadap produktifitas individual dan pertumbuhan ekonomi nasional.


Direktur Utama PT Visa Worldwide Indonesia, Ellyana Fuad, mengatakan Visa yakin akses terhadap institusi keuangan merupakan hal yang penting untuk pertumbuhan ekonomi. "Meningkatkan akses terhadap institusi keuangan dan juga akses terhadap pembayaran elektronik merupakan langkah penting untuk membantu masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi angka kemiskinan," kata dia di Jakarta, Rabu (6/3).


Ellyana menambahkan, sebagai perusahaan pembayaran global, Visa turut memberikan sumbangan dalam meningkatkan jumlah masyarakat yang dapat mengakses institusi keuangan formal, dengan menciptakan jalur terhadap inklusi keuangan melalui produk, servis, teknologi, dan tenaga profesional dalam bidang pembayaran.

Sebelumnya, jaringan AndaraLink milik Bank Andara telah memungkinkan sekitar 50 ribu lembaga pembiayaan kecil (untuk menawarkan jasa keuangan kepada hampir 40 juta orang Indonesia yang belum menggunakan layanan bank. SementaraFundamo, anak usaha Visa, adalah pihak di balik teknologi AndaraLink yang membantu masyarakat untuk mengakses yang aman melalui mobile network. Setelah keberhasilan skema percontohan selama tiga bulan di Bali, AndaraLink kemudian tersedia secara komersial pada bulan Januari 2011, dan terus berekspansi ke seluruh Indonesia.


"Kami melihat bahwa salah satu kontribusi berarti yang dapat kami berikan adalah membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap sektor keuangan melalui inklusi keuangan yang merupakan tanggung jawab kita bersama," tutur dia. Ellyana juga mengatakan, Visa akan terus bekerjasama dengan institusi keuangan, pemerintah, serta para pemimpin di industri bisnis dan teknologi dalam membuat pembayaran elektronik dapat diakses baik oleh cakupan masyarakat maupun cakupan lokasi yang lebih luas. [ardi]

BERITA TERKAIT

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Danai Untuk Modal Kerja - Asiaplast Beri Pinjaman TBE Rp 1,3 Miliar

NERACA Jakarta - Emiten produsen plastik, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) memberikan pinjaman kepada PT Tiga Berlian Electric (TBE) untuk…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…