Agung Podomoro Terbitkan Obligasi Rp 2,5 Triliun - Danai Akuisisi Lahan

NERACA

Jakarta – Seiring dengan gencarnya proyek properti yang tengah dikembangkan dan termasuk akuisisi lahan, menjadi alasan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) untuk meberbitkan obligasi lagi senilai Rp2 triliun-Rp2,5 triliun pada semester pertama 2013.

Direktur Keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk, Cecar de la Cruz mengatakan, pihaknya akan menerbitkan obligasi dengan mekanisme berkelanjutan senilai Rp2-Rp2,5 triliun untuk akuisisi dan pengembangan usaha lainnya, “Obligasi ini akan diterbitkan dalam dua tahap yaitu pada pertengahan 2013 dan 2014,”katanya di Jakarta, Rabu (6/3).

Dia menjelaskan, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembelian tanah dan tidak boleh dengan pinjaman bank. Oleh karena itu, perseroan tengah menjanjaki untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan.

Nantinya, perseroan akan memakai laporan keuangan Desember 2012 untuk penerbitan obligasi 2013. Perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Indopremier Securities, PT CIMB Securities, dan PT HSBC Securities Indonesia dalam penerbitan obligasi tersebut.

Ditahun ini, PT Agung Podomoro Land Tbk juga menganggarkan belanja modal senilai Rp4 triliun-Rp4,5 triliun pada 2013. Dana belanja modal digunakan untuk pengembangan usaha.

Kata Cecar Dela Cruz, dana belanja modal akan digunakan untuk pengembangan Green Bay, pembangunan apartemen di Jakarta dan proyek di Balikpapan. Perseroan juga akan mengembangkan mal dan super blok di Balikpapan, mengingat kurangnya fasilitas hiburan di sana.

Selain itu, dana belanja modal akan didapatkan dari presales, kas dan pinjaman bank. Perseroan juga masih memiliki obligasi sekitar Rp400 miliar-Rp450 miliar. Sementara itu, perseroan memperkirakan belanja modal dapat terserap Rp2,9 triliun -Rp3 triliun pada 2012.

Selain itu, pihaknya juga optimis dapat mencapai target laba bersih 2012 tumbuh 15%-20% dan pendapatan 2012 tumbuh 20%. "Kami akan keluarkan laporan keuangan 2012 akhir Maret 2012," kata Cecar.

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan penjualan mencapai Rp5,8 triliun pada 2012. Penyumbang terbesar antara lain proyek Green Bay sebesar Rp2,1 triliun atau 37,4%, pocy extension Rp1,04 triliun atau 18%, Parahyangan Residences Rp719 miliar atau 12,4%, Vimala Hills Rp463 miliar atau 8%, dan Podomoro City Rp385 miliar atau 6,6%.

Selain itu, perseroan juga menargetkan pendapatan tumbuh 10%-15% pada 2013. Sedangkan laba bersih ditargetkan naik 15%-20%. Disebutkan, untuk penjualan 2013, ditargetkan sebesar Rp6 triliun pada 2013, yang disumbangkan dari proyek baru.

Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk Indra Widjaja pernah bilang, penyumbang marketing sales itu lebih banyak dari proyek baru mencapai lima proyek dan proyek baru itu akan menyumbang 30%-40% pada 2013. Lebih lanjut, kata Indra, penyumbang penjualan juga akan didapatkan dari proyek Podomoro City sebesar Rp1 triliun dan Vimala Hills Rp1 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Diamon Patok Harga IPO Rp 915 Persaham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Diamond Food Indonesia Tbk akan menggelar penawaran umum perdana atau…

Diburu Banyak Nasabah - Hanson Gagal Bayar Balikkan Pinjaman Individu

NERACA Jakarta- Pasca ditahan dan ditetapkannya komisaris utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka kasus korupsi PT…

Marak Saham Gorengan - DPR Kritisi dan Evaluasi Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar premi PT Asuransi Jiwasraya hingga menuai kerugian besar lantaran terjebak investasi saham lapis tiga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…