Laba Telkom Naik 17,31% Jadi Rp12,85 Triliun - Kinerja Tahun 2012

NERACA

Jakarta– Jika para pesaingnya di bisnis telekomunikasi mencatatkan penurunan laba bersih, sebaliknya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membukukan laba 2012 sebesar Rp12,85 triliun. Jumlah tersebut naik 17,31% bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,97 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (6/3). Disebutkan, hasil tersebut didorong oleh pendapatan perseroan yang naik tipis 8,26% menjadi Rp77,14 triliun pada 2012.

Kenaikan pendapatan itu membuat laba usaha perseroan naik menjadi Rp25,69 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp21,95 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan naik dari Rp20,85 triliun di 2011 menjadi Rp24,22 triliun pada 2012.

Alhasil, laba bersih per saham pun ikut naik naik dari 559,67 pada 2011 menjadi 669,19 pada 2012. Adapun Ekuitas perseroan per 31 Desember 2013 naik menjadi Rp66,97 triliun dari periode 31 Desember 2011 sebesar Rp60,98 triliun. Sementara Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp13,11 triliun pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp9,63 triliun.

Sebelumnya, PT Indosat Tbk (ISAT) mengalami penurunan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2012 sebesar 52,55% menjadi Rp417,4 miliar dibandingkan laba 2011 yang sebesar Rp879,7 miliar.

Sementara total pendapatan Indosat pada 2012 naik menjadi Rp22,72 triliun, YoY dari Rp20,57 triliun. Dari pendapatan 2012 tersebut, sebesar Rp18,76 triliun dari seluler dan non seluler Rp3,95 triliun. Kondisi yang sama juga dialami PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang mencatatkan laba turun Rp87 miliar menjadi Rp2,743 triliun pada 2012, dibandingkan Rp2,830 triliun pada 2011.

Namun sebaliknya, pendapatan perseroan justru mengalami kenaikan Rp2,709 triliun dengan pendapatan sebesar Rp20,969 triliun pada 2012, dibandingkan 2011 sebesar Rp18,260 triliun. Laba XL turun lantaran terdapat kerugian akibat selisih kurs sebesar Rp299,172 triliun pada 2012, sementara pada 2011 hanya sebesar Rp143,899 triliun. Akibatnya, laba tahun berjalan perseroan juga mengalami penurunan sebesar Rp66 miliar dari Rp2,830 triliun pada 2011, menjadi Rp2,764 triliun pada 2012. (bani)

Related posts