Catatkan Rekor Baru, Penguatan IHSG Masih Bertahan

NERACA

Jakarta – Menguatnya bursa global memberikan dampak positif terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore. Dimana indeks ditutup menguat 72,982 poin (1,54%) ke level 4.824,683. Sementara Indeks LQ45 melonjak 14,480 poin (1,78%) ke level 829,404.

Analis e-Trading Securities, Adrew Argado mengatakan, penguatan indeks BEI dipicu aksi beli investor dan juga sentimen positif global, “Secara teknikal kenaikan IHSG BEI Rabu berhasil meneruskan tren penguatannya," katanya di Jakarta, Rabu (6/3).

Dia menambahkan investor asing juga tercatat masih melakukan aksi beli saham di pasar reguler sebesar Rp581 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli, yakni Perusahaan Gas Negara (PGAS), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Bank Mandiri (BMRI), United Tracktor (UNTR), dan Lippo Karawaci (LPKR).

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan bergerak di teritori positif di kisaran 4.750-4.850 poin. Beberapa saham yang layak di koleksi, diantaranya Adaro Energy (ADRO), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Ramayana Lestari Sentosa (RALS).

Pada perdagangan Rabu kemarin, indeks kembali menembus rekor tertingginya hanya berselang 3 hari dari rekor sebelumnya, yaitu 4.811,613 yang diraihnya Jumat 1 Maret lalu setelah ditutup bertambah 15,824 poin (0,33%). Indeks didorong sentimen positif dari pasar global dan regional

Aksi beli dilakukan oleh seluruh investor, namun investor asing masih lebih getol. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 615,48 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 188.103 kali pada volume 8,013 miliar lembar saham senilai Rp 7,238 triliun. Sebanyak 192 saham naik, sisanya 68 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Dow Jones juga mencetak rekor intraday tertingginya sepanjang masa di 14.286,37 sebelum terkena koreksi menjelang penutupan perdagangan. Menanggapi hal ini, bursa-bursa di Asia pun langsung melaju di zona hijau.

Tercatat bursa regional kemarin ditutup kompak bertahan di zona merah. Penguatan paling tinggi dialami oleh bursa saham Jepang yang melonjak lebih dari dua persen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 50.700, Telkom (TLKM) naik Rp 600 ke Rp 11.100, Lion Metal (LION) naik Rp 600 ke Rp 13.600, dan Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 25.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Centris (CMPP) turun Rp 420 ke Rp 1.280, Harum Energy (HRUM) turun Rp 150 ke Rp 5.250, Bayan (BYAN) turun Rp 150 ke Rp 8.000, dan Indospring (INDS) turun Rp 125 ke Rp 4.625.

Penguatan indeks BEI juga terjadi pada perdagangan sesi I. Dimana indeks BEI ditutup melonjak 59,093 poin (1,24%) ke level 4.810,794. Sementara Indeks LQ45 menanjak 11,258 poin (1,38%) ke level 826,182.

Semua indeks sektoral di lantai bursa berhasil menghijau berkat aksi beli selektif yang dilakukan investor. Sektor konstruksi dan infrastruktur memimpin penguatan. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 103.304 kali pada volume 4,744 miliar lembar saham senilai Rp 3,486 triliun. Sebanyak 185 saham naik, sisanya 61 saham turun, dan 94saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 600 ke Rp 13.600, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 25.000, Telkom (TLKM) naik Rp 450 ke Rp 10.950, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 50.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Centris (CMPP) turun Rp 410 ke Rp 1.290, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 77.000, Indospring (INDS) turun Rp 100 ke Rp 4.650, dan Surya Esa (ESSA) turun Rp 100 ke Rp 3.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 18,19 poin atau 0,38% ke posisi 4.769,89, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,55 poin (0,56%) ke level 819,48,”Bursa Asia dibuka menguat dipicu sentimen yang terjadi di bursa AS," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Dia memaparkan optimisme stimulus keuangan global serta data indeks non-manufaktur AS dan negara-negara kawasan Eropa yang lebih baik dari ekspektasi, menjadikan bursa AS menguat.

Sementara Kepala Riset e-Trading Securities Betrand Raynaldi menambahkan secara teknikal penurunan IHSG BEI memasuki fase konsolidasi. Karena itu, dirinya memprediksikan pada pembukaan perdagangan IHSG masih bergerak fluktuasi di kisaran 4.720-4.825 poin.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng pada perdagangan Rabu dibuka menguat 132,67 poin (0,59%) ke level 22.693,17, indeks Nikkei-225 naik 146,50 poin (1,25%) ke level 11.829,95, Straits Times menguat 22,71 poin (0,70%) ke posisi 3.270,97. (bani)

Related posts