Safety Riding Gaya Bikers

Lalui lintas yang padat serta pengguna jalanan yang tidak tertib menjadi penyebab banyaknya kecelakaan. Data terakhir yang dimiliki Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menunjukkan, dalam satu jam terjadi kecelakaan dan tiga orang tewas.

Data itu, sepanjang 2012 terdapat 111.015 kasus kecelakaan lalu lintas. Bahkan, setiap hari, polisai mencatat ada 12 ribu kali pelanggaran lalu lintas. "Dalam satu jam, ada tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas," kata Kepala Korlantas Polri Irjen (Pol) Pudji Hartanto, dalam sebuah seminar tentang road safety (keselamatan di jalan) yang diselenggarakan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) di Jakarta, belum lama ini.

Di antara pelanggaran itu adalah menerobos lampu lalu lintas, melawan arus, melintasi trotoar. Penyebab lainnya, lengah, tidak tertib, tidak trampil mengemudikan kendaraan, ngebut, lelah, ngantuk, menyetir sambil menelpon pakai ponsel, serta mabuk. Terbanyak, karena pelaku sedang berponsel ria. Pada 2010 saja, kenaikannya mencapai 1.288%. Tapi yang paling banyak adalah karena mereka tidak tertib dan lengah. Termasuk ugal-ugalan.

Pakar safety riding (keselamatan berkendaraan) M Joel Deksa Mastana menyatakan, lalu lintas sekarang ini seperti rimba belantara. Hulu masalahnya di aspek pendidikan, dan hilirnya di penegakan hukum. Lebih dari 62% kecelakaan lalu lintas disebabkan human error.

Beruntung, di antara para pengendara di jalan raya yang lebih banyak yang semau gue, masih ada yang peduli kepada sesamanya. Mereka banyak terhimpun dalam berbagai kelompok pengendara sepeda motor dan mobil. Di antaranya adalah Oto Blogger Indonesia, (OBI) kumpulan para blogger yang peduli terhadap safety riding. Ada juga Independent Bikers Club (IBC), dan Road Safety Association (RSA).

Ketiga klub itu banyak mengadakan kegiatan terkait safety riding. IBC misalnya, beberapa kali menggelar program Safety Riding Goes to School (SRGS). “Saat touring, jika ada anggota yang tak mengenakan perlengkapan standar keselamatan, kami suruh pulang dulu,” kata Ketua IBC Irfan Saputra.

RSA bahkan terlibat dalam kegiatan Abad Keselamatan di Jalan (Decade of Action to Road Safety) 2011-2020 yang diprakarsai Unesco. “RSA berawal dari keperdulian para pengurus organisasi sepeda motor di Jakartadan sekitar dalam menghadapi berbagai persoalan tentang keselamatan pengendara di jalan raya,” kata Ketua Umum RSA Edo Rusyanto. Menurut dia, awalnya terbentuk Forum Safety Riding Jakarta atau FSRJ dan akhirnya diubah menjadi Road Safety Association (RSA).

“Menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” tutur Edo lagi. Menurut dia, ada tiga kegiatan pokok RSA. Pertama, melakukan advokasi dan penyadaran kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya pengguna jalan agar mengetahui, memahami, dan melaksanakan aturan lalu lintas.

Kedua, memberikan pemahaman terhadap keterampilan berkendara yang aman serta nyaman kepada seluruh pengguna jalan. “Ketiga, kami juga menghimbau dan mengajak seluruh elemen pengguna jalan agar menerapkan perilaku dan etika berkendara yang baik dan benar,” ujarnya.

Sementara itu, OBI yang lahir pada 1 Maret 2011 itu adalah para blogger yang meminati masalah otomotif. OBI mengemban misi mengkritisi kebijakan dunia otomotif nasional. “Kami juga mengajak masyarakat secara aktif, untuk perduli terhadap keselamatan berkendara di jalan,” kata Sekretaris OBI Henry Parasian. (saksono)

Related posts