Investasi Properti, Solusi Tepat Sepanjang Tahun

Meski bergerak lamban, investasi properti merupakan salah satu investasi jangka panjang yang paling menjanjikan. Pasalnya, jenis investasi inilah yang paling aman dan baik jika dibanding investasi lainnya.

NERACA

Perkembangan investasi properti di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan, ini dikarenakan investasi properti cukup menjanjikan dan produk investasi tersebut memiliki tingkat keamanan lebih baik dibandingkan dengan jenis investasi lain yang ada di Indonesia.

Senior Economist and Government Relations Head Standard Chartered Indonesia, Fauzi Ichsan, menjelaskan, kondisi itu juga didukung oleh suku bunga global dan regional yang rendah. "Selain itu, didukung besarnya permintaan pasar di Tanah Air terhadap beragam produk tersebut pada tahun ini," tuturnya.

Kini banyak investor mengalihkan dananya dari deposito ke tanah. Apalagi, setiap tahun harga tanah di Indonesia meningkat antara 15% dan 20%, sedangkan bunga deposito hanya meningkat 5%-7% per tahun. "Walau produknya sama-sama bangunan, apartemen justru tidak disarankan karena ketersediaannya sekarang melebihi permintaan," ujarnya.

Pada saat ini areal luasan tanah di pelosok Nusantara justru kian berkurang seiring banyaknya permintaan pasar properti. "Perkembangan investasi di bidang properti tersebut membuat kami yakin bahwa 2013 saat yang tepat menanamkan modal di sektor tersebut," katanya.

Menurutnya, terkait instrumen investasi lain yang juga potensial dibidik tahun ini, tambah dia, salah satunya menanamkan modal berupa saham. "Pemicunya, tahun ini kami prediksi laba korporasi meningkat 20% dibandingkan dengan tahun lalu," tuturnya.

Faktor lain, ikut dipengaruhi oleh krisis ekonomi dan keuangan di Eropa diyakini segera pulih pada semester II/2012. "Situasi ini yang secara otomatis meningkatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," katanya.

Dengan adanya krisis global dunia, sedikit mempengaruhi investasi ini menurun. Namun kami yakin kondisi ini tidak akan lama, di karenakan investasi properti pada tahun ini akan meningkat, jumlah penduduk yang semakin bertambah membuat minat pembelian rumah sangat meningkat, tuturnya.

Hambatan

Perkembangan dunia properti sekarang ini banyak terjadi, baik dalam hal model bangunan, arsitektur dan desain, perkembangan aplikasi teknologi, keragaman bangunan dan lain-lain hal yang menarik, yang kadang bahkan karena begitu menariknya sehingga menomor-duakan akan hal untung ruginya. Di sinilah daya pikat daripada properti.

Di dalamnya ada unsur kepuasan pribadi seseorang yang tidak bisa diukur dengan nilai uang. Demikian kuatnya daya tarik properti tersebut sehingga bagi sejumlah orang yang cukup mapan ekonominya hal itu merupakan kesenangan tersendiri, yang tidak bisa dibandingkan dengan nilai ekonomis, sekalipun biaya mahal dan sepertinya tidak bermanfaat. Bagi sebagian orang yang bisa melihat ini, hal ini menjadi peluang bisnis. Karena adalah wajar bagi seseorang ingin memiliki properti yang bagus, nyaman, menarik dan indah, namun ada kerterbatasan ekonomi.

Properti yang artistik dan nyaman pada lokasi strategis yang umumnya merupakan rumah kedua atau ketiga yang sering menjadi pilihan investasi, dimana rumah atau properti ini bisa diproduktifkan dengan disewakan.

Ada property management yang bisa mengatur semua hal dalam pengelolaan properti, baik dari sudut kepemilikan, penyewaan, keuangan sampai pada pemanfaatannya. Sehingga memungkinkan lebih banyak yang bisa masuk dalam investasi pada industri properti.

Dalam perencanaan pembangunan properti, perlu ada daya tarik yang memikat orang untuk memilikinya. Apakah itu karena lokasinya, udara sekitar lokasi, alam sekitar lokasi atau dikarenakan lokasi dekat dengan tempat pekerjaan sehari-hari, seperti daerah industri atau perkantoran.

Daya Pikat

Indonesia memang telah diperhitungkan sebagai pilihan lokasi untuk investasi dan pembangunan properti di mata sejumlah investor asing. Sejumlah hal menjadi perhitungan untuk investasi properti di Indonesia di antaranya adalah stabilitas pertumbuhan perekonomian dalam 3 tahun terakhir yaitu sekitar 6%, tingkat inflasi di bawah 4 % 5%, dan suku bunga yang moderat, 6%, menjadi perhitungan yang menarik bagi para pengembang untuk berinvestasi di Indonesia, hal ini tak lepas dari lirikan para pengembang luar negeri.

Industri properti di Indonesia, masih terbuka luas peluangnya. Luasnya kepulauan Indonesia serta banyaknya kekayaan alam yang masih bisa diolah, pertambangan minyak, gas, emas, timah serta perkebunan kelapa sawit, kopi, coklat, kacang kedelai, dan lain-lain pekerjaan membuat banyak lapangan perkerjaan yang timbul dan hal ini bisa menjadi pendorong bagi perkembangan pembangunan properti.

Percepatan perkembangan properti juga sangat didukung oleh program pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur berupa bandara, jalan raya, air, listrik dan fasilitas telekomunikasi. Program ini mengangkat perekonomian yang berdampak pada kualitas, kuantitas dan teknologi pembangunan properti.

Kondisi dan daya tarik lainnya adalah harga tanah masih jauh lebih murah. Dari data yang ada, harga properti di Thailand hampir dua kali harga properti di Indonesia, di China 2 kali Indonesia dan di Singapura 8 kali harga properti di Indonesia, di Jepang hampir 12 kali daripada di Indonesia, harga properti di Hongkong hampir 12 kali harga properti di Indonesia. Demikian relatif murah harganya, sementara yield perumahan di Indonesia tertinggi di antaranya, sehingga menarik berinvestasi properti di Indonesia.

Related posts