Pemberdayaan Kimtrans Digalakkan - Wujudkan 2.000 Wirausaha Baru

NERACA

Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mempunyai beberapa strategi dalam menjalankan program transmigrasi pada tahun 2013. Salah satunya adalah memberdayakan 40.704 Kepala Keluarga (KK) yang akan dilakukan pada 213 Permukiman Transmigrasi (Kimtrans) di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT), Kemenakertrans, Rosari Tyas Wardani di Jakarta. “Mereka yang diberdayakan akan dilakukan pembinaan dulu selama lima tahun. Setelah itu baru nanti diserahkan ke Kabupaten/Kota wilayah tersebut,” kata dia.

Target jumlah pengalihan tanggung jawab ke Kabupaten/Kota tersebut adalah sebanyak 17 Kimtrans. Untuk mencapai target-target tersebut, Kemenakertrans mempunyai beberapa strategi pelaksanaan. Beberapa di antaranya adalah memenuhi kekurangan pada Kimtrans yang akan diserahkan pembinaannya ke Pemerintah Daerah (Pemda).

Tahun ini ditarget ada 49 Kimtrans yang akan dipenuhi kekurangannya. “Yang 49 itu harus kita penuhi dahulu kewajiban kita sehingga ketika diserahkan tidak membebani Pemda setempat,” jelas Rosari. Seluruh 49 Kimtrans tersebut adalah Kimtrans yang masuk umur bina lima atau enam tahun.

Strategi lain adalah dengan meningkatkan kualitas 60 Kimtrans dengan umur bina tiga atau empat tahun. “Hal utama yang akan dilakukan dalam peningkatannya adalah dengan menguatkan kelembagaan Kimtrans dan kelembagaan masyarakatnya,” terangnya.

Penguatan juga dilakukan, lanjut Rosari, dalam kelembagaan ekonomi dan pengembangan usahanya. Pemenuhan jalan poros penghubung dilakukan agar memadai dalam hal aksesibilitas. Terkait penguatan kelembagaan ekonomi, Rosari menargetkan terwujudnya 2.000 wirausaha baru di Kimtrans.

Target terlampaui

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sepanjang 2010-2014, wirausaha yang tumbuh dari Kimtrans adalah sebanyak 10 ribu orang. Berarti setiap tahun targetnya adalah 2.000 orang wirausaha baru muncul dari Kimtrans. Artinya, hingga 2012 target wirausaha baru yang muncul adalah 6.000 orang.

“Target tersebut sudah terlampaui. Sekarang sudah terdapat 7.200 wirausaha yang masing-masing bisa mengajak 5-10 orang untuk ikut dalam usahanya,” jelas Rosari. Anggaran yang diberikan untuk seluruh program kerja P2MKT tahun 2013 adalah Rp844 miliar.

Sebagian besar anggaran tersebut akan digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana di kawasan transmigrasi yang menghabiskan anggaran Rp311 miliar (36,82%), pengembangan usaha di kawasan transmigrasi (20,63%), dan peningkatan kapasitas SDM dan masyarakat transmigrasi (23,68%).

Sementara beberapa program lain yang akan dilakukan adalah program dukungan manajemen dan dukungan teknis P2MKT dengan angagran sebesar Rp107 miliar (12,70%), penyerasian lingkungan di kawasan transmigrasi (3,21%), dan perencanaan teknis pengembangan masyarakat transmigrasi (2,95%).

Namun Rosari mengeluhkan kecilnya anggaran yang diberikan pemerintah. “Padahal banyak isu strategis yang dapat diselesaikan dengan transmigrasi, di antaranya kemiskinan, kesenjangan penguasaan aset nasional, dan ketimpangan wilayah,” jelas Rosari.

Dengan transmigrasi, lanjut Rosari, lahan sebagai aset nasional menjadi terbagi ke masyarakat. Dengan transmigrasi juga, ketimpangan pertumbuhan wilayah tidak lagi terjadi. Pertumbuhan tidak lagi bertumpu di Jawa, tetapi menyebar ke luar Jawa. “Kapasitas sumber daya manusia meningkat. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi buruh, tetapi pemilik,” pungkasnya. [iqbal]

Related posts