Jakarta, Pintu Perkembangan Properti Indonesia

Tujuan utama dari pasar properti di Asia diperkirakan akan menyerang DKI Jakarta, mengingat tingkat permintaan di ibu kota Indonesia yang semakin tinggi dibandingkan dengan sejumlah kota lainnya di Asia. Jakarta akan menjadi destinasi atau daerah tujuan utama untuk properti di Asia, jakarta semakin sering dilirik dibanding dengan kota lainnya yang terdapat di kawasan Asia seperti Shanghai (China), Sydney (Australia), Kuala Lumpur (Malaysia), dan Singapura.

Beberapa survei juga mengatakan demikian, salah satunya adalah survei konsultan properti Colliers International, menyatakan bahwa pasar kondominium di Jakarta mengalami pertumbuhan yang cukup besar dalam tiga kuartal pertama pada tahun 2012. Senada dengan hasil survei tersebut, konsultan properti internasional lainnya, Jones Lang LaSalle menyebutkan bahwa antara 2013 - 2016, Jakarta akan memiliki 27.130 kondominium baru di seluruh kota, dan sekitar 61,4 persen dari kondominium tersebut sudah laku terjual.

Sedangkan penelitian PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Urban Land Institute yang berbasis di AS menguraikan bahwa bahwa Jakarta diperkirakan akan menjadi pasar real estat teratas di Asia pada 2013. Berkembangnya pasar properti di Indoensia juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang cenderung rendah. Hasil temuan tersebut, ujarnya, dapat menjadi indikator yang baik bagi prospek pasar properti di masa depan.

Keyakinan ini di tengah kekhawatiran berlanjutnya krisis ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika. Properti di Jakarta ditopang oleh perekonomian dalam negeri yang cukup kuat, tingkat suku bunga yang rendah serta sentimen investor yang terus membaik. Country Head Jones Lang LaSalle-Procon Todd Lauchlan mengatakan, pertumbuhan permintaan yang terjadi di semua sektor properti sepanjang 2011 diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun ini.

Merujuk kepada pemberian peringkat investment grade bagi Indonesia oleh dua lembaga pemeringkat internasional yaitu Fitch dan Moody’s, menunjukkan kepercayaan investor global terhadap struktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia justru semakin membaik. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di wilayah Eropa dan Amerika dimana sentimen pasar dan investor semakin melemah, bahkan beberapa negara di wilayah tersebut mengalami degradasi dalam peringkat investasinya.

Head of Research di konsultan properti Jones Lang LaSalle-Procon Anton Sitorus mengatakan, penyerapan ruang kantor komersial di wilayah CBD (segitiga emas Jakarta) sepanjang tahun lalu mencapai sekitar 420 ribu meter persegi atau meningkat sebesar 78 persen dibanding tahun sebelumnya. "Angka tersebut merupakan rekor penyerapan pasar tertinggi dalam sejarah perkembangan pasar perkantoran di Jakarta," sebut dia.

Related posts