Rothschild Mendesak OJK Minta Klarifikasi - BUMI Lakukan Repo Saham BRMS

NERACA

Jakarta–Bekas mantra bisnisnya Grup Bakrie, Nathaniel Rothschild menyampaikan skema gadai saham yang dilakukan oleh Grup Bakrie terhadap saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS). Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta untuk turun tangan memberikan klarifikasi kebenaran dari audit laporan keuangan pada 30 September 2012.

Informasi tersebut disampaikan Nathaniel dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (5/3). Disebutkan, lembaga Nathaniel Rothschild Investment (NRI) menjelaskan bahwa pada 6 Agustus 2012, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) selaku induk usaha dari BMRS, memberikan saham 9,4% saham BRMS senilai USD126 juta ke Indonesia Long Haul.

Hal tersebut dilakukan sebagai jaminan untuk pinjaman USD45 juta yang diberikan oleh PT Sinarmas Sekuritas dengan jangka waktu enam bulan dan tingkat bunga 21% ditambah biaya 3%. “Dengan kata lain, Bumi Resources “meminjam” saham BRMS untuk mendapatkan dana agar mampu membayar sejumlah tagihan bunga utang dan tumpukan utang substansial lainnya. Keterbukaan informasi oleh manajemen BRMS menunjukkan bahwa pinjaman ini belum dilunasi dan saham yang menjadi dasar dari pinjaman ini belum ditransfer kembali dari Indonesia Long Haul ke Bumi Resources,” kata managemen NRI.

NRI menambahkan, Bumi Resources kemungkinan salah dalam melaporkan kepemilikannya di BRMS. Rothschild juga mendesak kepada pemegang saham minoritas BRMS, Bumi Resources dan Bumi Plc -yang memegang 29% saham di Bumi Resources- untuk menuntut penjelasan mengenai transaksi tersebut. “Bagaimana mungkin transaksi dengan tingkat bunga yang dirahasiakan itu dapat terjadi dan membebani pemegang saham dan mengapa transaksi ini tidak dilaporkan kepada OJK sebagai regulator keuangan di Indonesia?” tanya NRI.

Padahal, laporan keuangan dari Bumi Resources dan BRMS diaudit oleh kantor akuntan publik yang tergolong 10 besar dunia, Mazars. Rothschild juga meminta kepada Mazars dan Samin Tan sebagai Presiden Komisaris Bumi Resources, Presiden Direktur dari BRMS dan Chairman Bumi Plc untuk memberikan klarifikasi mengenai transaksi ini kepada publik.

Disampaikan, OJK sebagai lembaga pengawasan dinilai harus mampu memaksa meminta klarifikasi apakah klaim kepemilikan Bumi Resources di BRMS dalam laporan keuangan audit 30 September 2012 benar adanya?. Selain itu untuk mempertahankan kepercayaan investor, pihaknya huga menyerukan kepada OJK untuk menetapkan aturan bahwa repo saham BRMS dengan beberapa pihak itu harus dikabarkan kepada publik. (bani)

(bani)

BERITA TERKAIT

Pemkot Tangerang Terus Lakukan Terobosan Atasi Kemacetan Kota

Pemkot Tangerang Terus Lakukan Terobosan Atasi Kemacetan Kota NERACA Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Provinsi Banten, terus melakukan inovasi…

Gubernur Banten Minta Hambatan Proyek Strategis Segera Diatasi

Gubernur Banten Minta Hambatan Proyek Strategis Segera Diatasi NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim meminta kepada pihak terkait dan…

Urban Jakarta Bidik Penjualan Rp 240 Miliar - Harga IPO Rp 1000-1250 Per Saham

NERACA Jakarta – Tren pengembangan proyek properti berbasis transit oriented development (TOD) cukup menjanjikan kedepannya, apalagi pembangunan LRT yang digarap…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…