Indonesia-Denmark Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan Pemerintah Indonesia mendorong kemitraan ekonomi melalui peningkatan investasi dan volume perdagangan dengan Kerajaan Denmark. "Kami sepakat meningkatkan volume perdagangan dan investasi," ujar Hatta usai menerima kunjungan Menteri Perdagangan dan Investasi Denmark, Pia Olsen Dyhr di Jakarta, Selasa (5/3).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan Internasional, Rizal Affandi Lukman serta Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Martin Hermann. Hatta mengatakan pertemuan tersebut membahas perkembangan hubungan bilateral kedua negara dalam bidang ekonomi serta kemungkinan keterlibatan Pemerintah Denmark dalam proyek prioritas Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI).

Pemerintah Denmark, lanjut dia, juga menawarkan kerja sama dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan yang lebih efisien dan bermanfaat dalam isu perubahan iklim di Indonesia. "Denmark cukup ahli dalam bidang itu dan mereka pemenang dalam bidang global climate change. Kita pun memiliki komitmen dalam climate change. Jadi banyak bidang yang bisa dilakukan kerja sama," ujarnya.

Hatta mengharapkan peningkatan investasi dan perdagangan tersebut dapat dilakukan dalam kurun waktu kurang dari lima tahun, mengingat hubungan baik yang telah terjalin antarkedua negara sejak lama. "Diharapkan volume perdagangan bisa double dalam beberapa tahun ke depan. Kita juga bisa memanfaatkan Denmark untuk memasarkan produk kita masuk ke pasar Eropa," kata dia.

Sementara itu Menteri Perdagangan dan Investasi Denmark, Pia Olsen Dyhr, mengatakan peningkatan kemitraan kedua negara dapat dilakukan salah satunya melalui investasi perusahaan Denmark untuk mengembangkan infrastruktur dengan teknologi hijau (ramah lingkungan). "Perusahaan kami memiliki keahlian dalam membangun pelabuhan dengan elemen teknologi hijau. Kami punya pengetahuan yang bisa kami bagikan, sehingga bisa memastikan Indonesia membangun infrastruktur dengan hemat energi," ujar Pia.

Di bidang perdagangan, dalam lima tahun terakhir, total perdagangan Indonesia-Denmark mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 14,74% per tahun. Total perdagangan kedua negara mencapai US$426,4 juta pada 2011, meningkat dibandingkan angka pada 2010 yang tercatat mencapai US$348,6 juta. Indonesia juga mengalami nilai perdagangan surplus dengan Denmark pada 2011 sebesar US$73,9 juta. Komoditas ekspor Indonesia didominasi sepatu, minyak kelapa sawit, hasil hutan, produk hutan, tembakau dan produk besi/baja.

Sedangkan impor dari Denmark mencakup produk farmasi, barang kimia, peralatan mesin, peralatan listrik, daging dan produk susu dan ikan. Dalam bidang investasi, data realisasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 1 Januari 1990 hingga pertengahan 2006, menyebutkkan investasi Denmark di Indonesia mencapai US$59,1 juta yang terdiri atas 21 proyek. Sementara sejak 2008 hingga 2012, nilai investasi tercatat US$2,6 juta yang terdiri atas 13 proyek.

Pada 2012, nilai realisasi investasi Denmark baru mencapai US$100 ribu atas tiga proyek. Perusahaan Denmark berskala besar yang beroperasi di Indonesia antara lain perusahaan pelayaran AP Moller/Maersk Line dan perusahaan sepatu internasional, ECCO. [ardi]

BERITA TERKAIT

Disdukcapil Sukabumi Tingkatkan Layanan Pembuatan Akta Kematian

Disdukcapil Sukabumi Tingkatkan Layanan Pembuatan Akta Kematian NERACA Sukabumi - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi terus meningkatkan…

Reformasi Struktural Ekonomi, Mulai dari Mana?

Oleh: Pril Huseno Mencermati pelemahan rupiah yang (kembali) terjadi dan semakin melebarnya current account deficit (CAD) Indonesia, suara-suara agar Indonesia…

Kepemilikan Asing Boleh 100% di 54 Sektor Usaha - PAKET KEBIJAKAN EKONOMI (PKE) KE-16

Jakarta-Pemerintah kini terbuka mengizinkan pihak asing untuk memiliki 100% saham di 54 sektor usaha setelah dikeluarkan dari Daftar Negatif Investasi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Pengaruhi Ketersediaan Lapangan Pekerjaan Perbankan

    NERACA   Jakarta - Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Rhenald Kasali memproyeksi bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan di sektor…

Hanya 1,7% Penduduk Indonesia Miliki Asuransi

    NERACA   Bandung - Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna mengatakan hingga saat ini jumlah penduduk Indonesia…

BI – Bank Sentral Tiongkok Perbarui Perjanjian SWAP Bilateral

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBC) memperbarui perjanjian…