NettApp, Cepat Akses Data Besar

Penggunaan komputer dan perangkat mobile akhirnya akan menyebabkan data yang bertambah, banyak anggapan bahwa menambah kapasitas akan menjadi solusi dari kebutuhan tersebut, namun lebih dari itu banyak yang harus dipikirkan lebih dalam sebelum kita menambah kapasitas memori perangkat komputer atau perangkat mobile kita. Mengelola data bukanlah suatu hal yang mudah, terutama saat kita membutuhkan data dan harus mengaksesnya dengan cepat. Belum lagi dalam menjaga juga merawatnya, berbagai kemungkinan data kita hilang bisa saja terjadi.

Perusahaan-perusahaan besar sangatlah sulit dan kesulitan dalam mengolah juga menyimpan datanya. Data center yang dimiliki oleh perusahaan sosial media besar, telekomunikasi, dan perbankan, sangatlah membutuhkan memori yang sangat besar, dan tidak hanya itu, kecepatan untuk mengakses data juga menjadi kebutuhan yang sangat penting. Ada banyak sekali request data tiap milidetiknya. Untuk menjawab kebutuhan itu, NettApp tidak hanya merekomendasikan sistem input output (I/O) storage yang baik, tapi juga media penyimpanan yang bisa cepat merespon perintah.

Bahkan kini Hardisk atau SSD sudah tidak cukup lagi, kini flash storage sudah mulai dibutuhkan, hal ini merujuk kepada kecepatan data untuk diakses. Kebutuhan data center yang mampu merespons dengan cepat tellah menjadi trend juga kebutuhan saat ini, hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah sistem yang menggunakan media penyimpanan berbasis flash. Hingga kini NettApp sudah menjual lebih dari 36 PetaByte flash sejak 2-3 tahun lalu," tambah Steven.

Belum lama ini NettApp bekerja sama dengan salah satu jejaring sosial terbesar untuk menyediakan data center yang menggunakan flash.Data center kini bukan hanya dihadapkan dengan tantangan era Big Data, tapi juga soal melayani data dengan cepat tanpa ada downtime.

Awal 2012 lalu banyak perusahaan yang mulai dikhawatirkan jumlah data yang kian membesar, tapi di tahun ini tantangnya lebih dari itu. Big data memang menjadi persoalan yang harus dihadapi, namun makin kesini, bukan lagi masalah big data saja yang dihadapi, tapi lebih kekelincahan dan kecepatan data itu saat diakses. Menurut prediksi NetApp, di 2013 ini akan banyak penyedia jasa komputasi awan untuk kalangan konsumen mulai beralih melayani enterprise. Ini berarti teknologi cloud sudah dipercaya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan besar.

Telekomunikasi, perbankan dan penyedia sosial media kini dihadapkan ancaman yang sama yaitu data yang semakin bertambah banyak. Mereka tidak hanya dituntut untuk menyediakan storage yang besar, tapi juga yang mampu melayani request penggunanya dengan cepat. Untuk mengantisipasi hal ini para industri tersebut disarankan untuk menggunakan data center berbasis flash memory. Karena media penyimpanan jenis ini mampu memberikan Input/Output Operations Per Second (IOPS) yang lebih cepat dibanding hardisk atau bahkan SSD.

BERITA TERKAIT

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Persepi: Seluruh Data Quick Count Bersumber Form C1 di TPS

NERACA Jakarta-Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) memberikan penjelasan alur quick count dalam sebuah pemilu, termasuk Pilpres 2019. Penjelasan ini…

Persepi Tantang Prabowo: Kita Buka Data ke Publik

Persepi Tantang Prabowo: Kita Buka Data ke Publik NERACA Jakarta - Sejumlah lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei dan…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

HTSnet Sediakan layanan Internet Murah Untuk UKM

PT Hawk Teknologi Solusi (HTSnet)  menyediakan layanan internet Turbo Fiber yang ditujukan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat membantu…

Software Bajakan Disebut Sulit Dibrantas di Indonesia

Maraknya penggunaan software tidak berlisensi atau bajakan untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin meresahkan. Berdasarkan data dari BSA I…

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…