Bappenas Ingin Memajukan Kaum Hawa Indonesia

Program Stranas PUG

Rabu, 06/03/2013

NERACA

Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Armida Salsiah Alisjahbana, mengatakan program Strategi Nasional Percepatan Pengarusutamaan Gender (Stranas PUG) bertujuan untuk meningkatkan potensi sumberdaya manusia (SDM) bagi kaum perempuan di Indonesia. Hal ini juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesetaraan gender bagi kaum hawa.

"Stranas PUG melalui Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) dapat meningkat peran perempuan dalam kehidupan bangsa. PPRG dapat menjadi masukan bagi semua pengambil keputusan di Indonesia baik pusat maupun daerah," kata Armida di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (5/3). Menurut dia, stranas ini akan lebih fokus pada masalah kesehatan, kemiskinan dan pendidikan untuk kaum perempuan.

Penyusunan stranas PPRG ini juga bertujuan agar pelaksanaannya menjadi terarah, sistematis dan sinergis. Baik di tingkat nasional maupun daerah serta meningkatkan kualitas dan kesempatan perempuan. Sasaran yang ingin dicapai adalah penguatan dasar hukum di daerah, penetapan mekanisme, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi di tingkat Kementerian atau Lembaga dan Pemda (Pemerintah Daerah).

Informasi saja, saat ini jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 240 juta, dari jumlah tersebut 120 juta adalah kaum perempuan. Armida juga mengatakan, dengan jumlah kaum perempuan yang hampir mencapai setengah dari total penduduk Indonesia, maka potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik agar kaum perempuan tidak tertindas.

"Tujuan dari strategi ini tidak hanya meningkatkan kualitas SDM kaum perempuan tetapi juga untuk menyetarakan gender kaum perempuan di Indonesia baik itu untuk bidang kesehatan, pendidikan dan pekerjaan," ujarnya. Peran Pemda, imbuh dia, sangat penting untuk kesuksesan stranas ini.

Dia mengungkapkan bahwa kaum perempuan tidak hanya tersebar di daerah Jawa tetapi juga di luar Jawa, maka dari itu peran pemda sangat dibutuhkan untuk kelancaran stranas tersebut. Untuk bidang pendidikan, kata dia, stranas akan lebih fokus pada peningkatan wajib belajar sembilan tahun pada anak keluarga miskin. Harapannya agar jangan sampai anak anak keluarga miskin itu putus sekolah.

Peningkatan kualitas pelayanan

Armida juga menjelaskan bahwa stranas ini juga fokus pada pemberian kredit UMKM bagi kaum perempuan sebesar yang bisa digunakan untuk modal dalam membentuk usaha. Kredit tersebut lebih diprioritaskan pada kaum perempuan khususnya kaum ibu dari keluarga miskin.

"Simpan pinjam bagi perempuan itu sekitar Rp25 juta. Namun perkembangannya sangat baik. Karena secara keseluruhan sebesar Rp7,4 triliun untuk kurang lebih tujuh ribu kecamatan, 70 ribu desa serta 500 kabupaten," papar Armida.

Menurut dia jika mereka sudah mempunyai usaha maka akan dapat membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga. Sementara itu, untuk bidang kesehatan, lanjutnya, stranas ini akan lebih diutamakan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan perempuan dan anak agar terus membaik.

Dengan adanya strategi ini angka kematian pada ibu dapat berkurang. "Jika strategi nasional di bidang kesehatan ini berhasil maka salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs) juga akan berhasil terutama pada peningkatan masalah kesehatan. Di setiap Kementerian/Lembaga wajib menyiapkan anggaran untuk kesuksesan strategi nasional ini. Dia mengatakan jumlah anggaran berbeda di setiap Kementerian/Lembaga. "Yang menyusun strategi nasional ini memang empat kementerian. Tetapi K/L serta Pemda juga ikut menyukseskan konsep ini," kata dia. [sylke]