OJK Bantah Dituding Lemah Pengawasan - Kasus Investasi Bodong

NERACA

Jakarta – Kasus penggelapan dana nasabah dalam bentuk modus investasi emas oleh PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS), telah mengusik pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena dituding kembali terulangnya kasus tersebut akibat Menanggapi hal tersebut, anggota Dewan Komisioner OJK Nurhaida angkay suara dan mengatakan, untuk kasus seperti investasi bodong tersebut sudah ditangani oleh Satgas Waspada Investasi. “Anggota satgas itu sendiri terdiri dari perwakilan OJK, BI, Kepolisian dan instansi terkait lainnya, seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),”katanya di Jakarta, Selasa (5/3).

Namun sayangnya, Nurhaida enggan menjelaskan secara rinci sudah sampai tahap mana penanganan yang dilakukan satgas. “Sebaiknya ditanyakan langsung kepada Ketua Satgas, Pak Sardjito selaku Direktur Pemeriksaan dan Penyidikan OJK,” tuturnya.

Sementara Kepala Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Syahrul R Sempurnajaya menuturkan, beberapa investasi di bidang perdagangan meas tengah disorot, diantaranya Raihan Jewellery, Golden Trader Indonesia Syariah, Virgin Gold Mining Corporation dan Trimas Mulia.

Oleh karena itu, kasus penipuan berkedok investasi ini bukan kali pertama dan masyarakat diminta lebih waspada terhadap tawaran-tawaran investasi yang menjanjikan untung besar, “Kegiatan di bidang investasi emas tersebut sangat berbeda dengan skema transaksi yang dilakukan dalam bidang perdagangan berjangka komoditi,” katanya.

Dia menjelaskan, biasanya pihak perusahaan investasi di bidang perdagangan emas itu memberikan bonus setiap bulannya selama periode tertentu kepada investor. Bonus yang diberikan diambil dananya dari nasabah yang baru. Sehingga terjadi putaran uang untuk pembayaran bonus bagi nasabah lama dan ditutupi dari uang nasabah baru.

Kata Syahrul, skema ini terus berulang sehingga pada akhirnya akan berhenti ketika nasabah baru tak bisa lagi menutupi pembayaran bonus nasabah yang lebih lama. “Kegiatan usaha diduga kuat menggunakan skema money game atau skema ponzi, yaitu memutar dana nasabah dengan cara membayar bonus nasabah lama dengan uang dari nasabah baru,”ungkapnya.

Menurutnya, dikarenakan skema ini sangat berbeda dengan yang terjadi di bidang perdagangan berjangka komoditi, maka Bappebti berharap agar kegiatan investasi seperti itu dapat ditertibkan oleh pihak yang berwajib atau Satuan Tugas Waspada Investasi. “Ketegasan terkait persoalan ini sangat penting agar masyarakat bisa memperoleh perlindungan,”ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan, sepenuhnya persoalan ini diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Fungsi perlindungan konsumen yang ada di OJK sangat tepat dalam mengontrol persoalan dugaan dilakukannya investasi bodong oleh perusahaan tertentu,”tegasnya.

Dirinya sepakat skema investasi bodong yang terjadi belakangan ini merugikan masyarakat. Karena itu, nasabah atau konsumen yang merasa dirugikan bisa sewaktu-waktu melaporkan dugaan pelanggaran ini ke Komisi XI DPR.

Kemudian nantinya, dewan akan merespon seluruh laporan yang masuk dari masyarakat. "Apabila laporannya menyatakan bahwa OJK tak tangani masalah ini, kami (Komisi XI) bisa memanggil OJK dan mempertanyakan hal itu," ujarnya. (mohar)

BERITA TERKAIT

Menteri LHK: Justru Pak Jokowi Membenahi yang Salah-salah - Divonis Bersalah Kasus Karhutla

Menteri LHK: Justru Pak Jokowi Membenahi yang Salah-salah Divonis Bersalah Kasus Karhutla NERACA Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…