UBS: 2013, Investor Tetap Ramai

NERACA

Jakarta – UBS menilai bahwa investasi di Indonesia pada 2013 masih akan tetap ramai. “Investor tetap memasukkan uangnya ke Indonesia. Ini terlihat dari harga indeks (Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG) yang hampir sampai Rp4.800,” kata Senior Asean Economis UBS, Edward Teather di Jakarta, Selasa (5/3).Edward mengatakan bahwa defisit pada tahun 2012 tidak seseram yang dibayangkan. “Hanya saja memang subsidi energi cukup membebani dan memperbesar defisit fiskal,” kata dia.

Analis UBS Joshua Tanja memprediksi bahwa sektor properti adalah yang paling mempunyai peningkatan paling pesat pada tahun 2013, yaitu sampai 43%. Industri semen juga cukup baik peningkatan pertumbuhannya, yaitu 20%. Sementara industri perbankan dan industri perdagangan masing-masing diprediksi mengalami pertumbuhan sebesar 17% dan 13%.

“Indonesia masih cukup baik dalam hal investasi. Kondisi di negara lain jauh lebih buruk, misalnya Inggris. Jadi secara relatif Indonesia masih tetap baik. Investor masih tanam uangnya di Indonesia,” jelas Joshua.

Dengan kondisi global yang masih kisruh belakangan ini, kata Joshua, asing masih memiliki ketertarikan yang besar untuk berinvestasi di Indonesia. "Eropa, Amerika Serikat, dan banyak negara lain perekonomiannya masih belum tumbuh dengan stabil. Jadi meskipun masih banyak masalah, orang luar menganggap Indonesia masih bagus untuk investasi baik di pasar modal," jelas Joshua.

Namun begitu, Joshua menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Perlu diwaspadai pergolakan politik karena akan memasuki pemilu, capital outflow juga perlu terus dijaga, kata Joshua.

Kompetisi serta lemahnya harga komoditas, lanjut Joshua, penting untuk diwaspadai. “Ekspor harus berjalan terus untuk mendukung perekonomian, semua itu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," jelas Joshua.

Menanggapi momen akan ketertarikan para investor terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia, UBS menghadirkan UBS Indonesia Conference 2013 pada awal Maret 2013. Kegiatan finansial ini akan dihadiri oleh 50 klien korporasi terkemuka di Indonesia serta sekitar 150 institusi investor dari Australasia, Eropa, dan Amerika Utara.

Acara yang sudah berlangsung sejak 2007 tersebut menawarkan investor asing kesempatan untuk mendapatkan wawasan lokal dan secara ekslusif bertemu dengan jajaran manajemen perusahaan melalui pertemuan tertutup, diskusi, serta kunjungan ke perusahaan.

UBS Indonesia Conference tahun ini bertujuan untuk lebih mendekatkan lagi antara perusahaan-perusahaan Indonesia dengan para investor asing. Institusi-institusi yang tergabung akan mendapatkan akses langsung ke jajaran senior manajemen serta informasi dan masukan yang lebih dalam akan Indonesia sebagai target investasi. Perusahaan-perusahaan Indonesia yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan para investor asing dan melebarkan basis pemegang saham mereka. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Sasa Inti Kembali Meraih Penghargaan Marketing Award

    NERACA   Jakarta - PT Sasa Inti kembali meraih apresiasi dari masyarakat yakni lewat produk Sasa Bumbu Komplit,…

Meski Ada Tekanan, Sri Mulyani Optimis Target Penerimaan Pajak Tercapai

    NERACAJakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis target penerimaan pajak tahun 2019 akan tercapai meski menghadapi…

DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kelas Tiga

    NERACA   Jakarta - Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf mengatakan para legislator sepakat menolak kenaikan iuran…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Chakra Jawara Targetkan Jual 60 Unit Truk - Pameran Indonesia Energy & Engineering Show 2019

      NERACA   Jakarta – Ajang Pameran Indonesia’s Energy & Engineering Show 2019 dijadikan sebagai langkah bagi distributor…

Aplikasi Masduit Memudahkan Transaksi Emas

    NERACA   Jakarta - Platform jual beli emas secara online bernama Masduit resmi diluncurkan sekaligus menindaklanjuti kerjasama strategis…

GM Tractors Targetkan Penjualan Alat Berat Naik 20%

    NERACA   Jakarta - PT. Gaya Makmur Tractors (GM Tractors), distributor alat berat untuk sejumlah sektor industroi menargetkan…