Sugih Energy Telah Mencapai Target - Eksplorasi Akatara I Blok Lemang

NERACA

Jakarta— PT Sugih Energy Tbk (SUGI) mengklaim telah mencapai target kedalaman 6.400 feet dalam kegiatan pengeboran pada sumur eksplorasi Akatara-1 dari Blok Lemang PSC, Jambi.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (5/3). Direktur Sugih Energy, Fachmi Zakarsi mengatakan, setelah selesainya proses pengeboran tersebut akan dilakukan proses pengambilan data (loging) dan proses pengujian (testing) terhadap kandungan yang terdapat di dalam sumur tersebut, “Setelah itu, perseroan akan segera menyampaikan hasil pengeboran secara menyeluruh atas kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Akatara-1 kepada publik dan otoritas pasar modal,”paparnya.

Fachmi menambahkan dari proses yang saat ini tengah berjalan, perseroan optimistis hasil pengeboran atas sumur eksplorasi Akatara-1 terindikasi baik. Sementara itu, Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia Hariyajid Ramelan pernah bilang, seiring prediksi membaiknya sektor energi pada 2013 ini, tentunya akan berdampak pada saham-saham sektor tersebut ,”Hal ini tentunya akan berdampak juga pada saham PT Sugi Energy Tbk, di mana perseroan baru-baru ini telah menemukan pengeboran dari sumur produksi,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan analis saham dari PT Trust Securities, Reza Priyambada yang mengatakan, pengeboran yang dilakukan perseroan bakal membawa positif untuk kinerja perseroan ke depan, “Diharapkan dengan adanya kegiatan produksi dari blok migas ini dapat mendorong peningkatan laba dan menekan kerugian. Seharusnya, dengan pengeboran itu pula bisa membawa dorongan positif pada kinerja sahamnya,” ujarnya.

Nilai Investasi US$ 30 Juta

Sebagai informasi, Presiden Direktur Sugih Energy, Andhika Anindyaguna pernah bilang, kebutuhan dana keseluruhan yang dibutuhkan sampai dengan pengeboran blok Lemag diperkirakan sebesar US$ 30 juta.

Dia menjelaskan, dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan jalan, membangun well site, membangun camp site, kegiatan pengeboran, dan kegiatan seismic. Kontrak PSC untuk Blok Lemang telah diberikan Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) pada 2007 dan berlaku hingga 2037.

Sementara Direktur Utama PT Hexindo Gemilang Jaya, Franciscus Dewana Darmapuspita mengatakan, pihaknya sudah secara intensif melakukan persiapan dan uji coba, untuk program tersebut.

Menurut Frans, sejauh ini telah dibangun infrastruktur untuk mendukung kegiatan pengeboran di Blok Lemang. Dana yang antara lain berasal dari Sugih Energy untuk kegiatan awal pengeboran perdana Blok Lemang ini adalah sebesar US$ 12 juta. Asal tahu saja, PT Hexindo Gemilang Jaya adalah perusahaan yang menjadi operator pada blok Migas Lemang.

BERITA TERKAIT

Realisasi Penjaminan Jamkrindo Palembang Lampaui Target

Realisasi Penjaminan Jamkrindo Palembang Lampaui Target NERACA Palembang - Perusahaan Umum Jamkrindo Cabang Palembang mencatat realisasi penjaminan kredit hingga awal…

Pengembang Minta Target Rumah Bersubsidi Naik di 2019

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) meminta Pemerintah menaikkan jatah unit…

Pemkot Sukabumi Usulkan UMK 2019 Mencapai Rp2,3 Juta

Pemkot Sukabumi Usulkan UMK 2019 Mencapai Rp2,3 Juta NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi akhirnya mengusulkan Upah Minimum Kota…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…