Tiga Pilar Perkirakan Pendapatan Capai Rp 2,9 Triliun

Produsen makanan dasar dan makanan siap konsumsi, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) optimistis target pendapatan dan laba bersih 2012 tercapai, “Target laba bersih 2012 sekitar Rp212 miliar. Hingga kuartal ketiga 2012 kami telah meraih laba bersih sekitar Rp195 miliar,”kata Sekretaris Perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Yuliani Liyuwardi di Jakarta, Senin (4/3).

Sementara dari target pendapatan sekitar Rp2,9 triliun pada 2012, perseroan telah meraih pendapatan Rp1,95 triliun hingga kuartal ketiga 2012. Berikutnya, perseroan akan terus melakukan akuisisi yang dapat menambah nilai kepada perusahaan. Namun, pihaknya belum dapat menjelaskan lebih detil rencana akuisisi ke depan. "Kami tidak anti akuisisi, namun saat ini belum ada di pipeline," kata Yuliani.

Selain itu, perseroan akan menganggarkan dana sekitar Rp600 miliar untuk investasi termasuk kebun pada 2013. Dana tersebut berasal dari kas internal dan pendanaan lainnya. Saat ini, perseroan menawarkan obligasi sekitar Rp600 miliar dan sukuk sekitar Rp300 miliar, yang sebagian besar akan digunakan untuk refinancing utang dan modal kerja. Tenor obligasi dan sukuk tersebut masing-masing lima tahun.

Direktur Keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Shiandiri Lioe mengatakan, ada beberapa hal yang membuat perseroan mengeluarkan obligasi. Pertama, keuntungan profil maturity. "Kalau pinjaman konvensional ada cicilan pokok sekitar Rp90 miliar-Rp100 miliar. Sedangkan kalau obligasi cicilan pokok ini tidak ada lagi, dan bisa digunakan untuk ekspansi," katanya.

Kedua, penawaran obligasi ini juga merupakan diversifikasi pendanaan. Selama ini, perseroan telah mendapatkan pinjaman dari bank internasional dan bank pemerintah. Perseroan memiliki tiga bisnis utama yaitu makanan dasar dan makanan siap konsumsi, pengolahan beras dan distribusi, dan perkebunan kelapa sawit. (bani)

BERITA TERKAIT

Tahun Depan, SMF Rilis Obligasi Rp 9 Triliun

Perkuat likuiditas guna menopang kebutuhan pendanaan perumahan bagi masyarakat berpenghasulan rendah (MBR), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan…

Volume Penjualan Indocement Turun 1,9%

Di kuartal tiga 2019, volume penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menurun dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun…

Saham SLIS Masuk Pengawasan BEI

Melesatnya perdagangan saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) di luar kewajaran sejak pencatatan saham perdana, membawa perdagangan saham produsen…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Layanan Darurat 112 Jadi Solusi Smart City

PT Jasnita Telekomindo Tbk melalui anak perusahaannya, PT Esa Kreasi Negri telah membuat penambahan fitur baru yang bernama mobile application…

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…