Transaksi Asing Picu Harga Saham "Melambung"

NERACA

Jakarta- Derasnya dana asing yang masuk ke pasar modal (capital inflow) plus kuatnya pertumbuhan earning emiten di tengah penguatan nilai tukar rupiah dinilai telah mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan yang cukup tajam pada pekan kemarin, sebesar 3.45%.

Meski demikian, ada beberapa hal yang dianggap perlu menjadi catatan bagi para pelaku pasar ke depan. Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, penguatan IHSG tersebut didukung oleh tingginya aksi beli bersih (net buy) asing yang tercatat dalam pekan kemarin sebesar Rp 4.61 triliun dan selama sembilan minggu berjumlah Rp 18.77 triliun,”Angka tersebut cukup fantatis jika dibandingkan dengan total net buying asing sepanjang tahun 2012 yang sebesar Rp 15 triliun,”katanya di Jakarta, Senin (4/3).

Menurutnya, kenaikan tersebut membuat beberapa harga saham semakin premium. Oleh karena itu, investor perlu selektif dalam melakukan transaksi. “Dengan kenaikan tersebut membuat banyak saham secara valuasi makin mahal sehingga investor perlu melakukan selective buying.” Jelasnya.

Dia menilai, secara teknikal data mingguan mengindikasikan adanya peluang penguatan pada pekan ini di kisaran 4699-4870 poin. Sementara data bulanan mengindikasikan perlambatan aksi beli sepanjang Maret di kisaran 4764-4861 poin.

Cermati Saham

Beberapa saham yang menurut dia harus diwaspadai investor akibat sudah berada di area jenuh beli (overbought) antara lain saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Charoen Phokphand Tbk (CPIN), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Sementara untuk saham yang dapat diakumulasi investor, dengan strategi akumulasi saat harga sahamnya sedang melemah, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Menanggapi tingginya aksi beli bersih (net buy) oleh asing, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Hutomo mengatakan, hal ini didukung oleh kondisi regional yang saat ini masih menjadi magnit bagi investor asing.

Oleh karena itu, selama tidak ada berita-berita “aneh” dari pemerintah terkait kebijakan perekonomian maka asing akan terus melakukan net buying. “Seperti halnya yang terjadi pada tahun lalu, setelah pemerintah menaikkan BBM, membuat asing dalam posisi jual.” jelasnya.

Beberapa saham yang mendukung pergerakan IHSG, menurut dia, antara lain berasal dari sektor perbankan, properti, dan konstruksi. Selain itu, kinerja IHSG juga ditopang dengan adanya pergerakan saham-saham lapis dua dan tiga oleh investor lokal. “Saat ini baik lapis kedua maupun ketiga bergerak semua. Sementara asing sebagian besar masih pada saham-saham blue chip,” jelasnya.

Dia menambahkan, hal dikhawatirkan pasar apabila terjadi pelemahan rupiah yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap nilai portofolio saham. Sementara dalam jangka panjang, terkait rencana pemerintah melakukan redenominasi akan berpengaruh terhadap inflasi, yang kemudian mendorong kenaikan tingkat suku bunga dan pada akhirnya berimbas pada kinerja saham.(lia)

BERITA TERKAIT

Saham Berkah Prima Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Mengalami peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi perdagangan saham PT Berkah…

Lagi, BEI Suspensi Saham Trikomsel Oke

NERACA Jakarta – Selang sehari sahamnya di perdagangankan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara atau suspensi saham PT…

Investasikan Dana Rp 87,68 Miliar - Unitras Borong 22,6 Juta Saham Saratoga

NERACA Jakarta -PT Unitras Pertama memborong 22,6 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) untuk investasi. Dalam siaran persnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…