IHSG Tumbuh, BNP Paribas Siapkan Strategi Baru - Targetkan Dana Kelola Rp500 Miliar

NERACA

Jakarta-Pergerakan pasar saham yang bertumbuh cukup agresif mencapai 13% di awal kuartal tahun ini akibat derasnya dana asing dinilai sebagai hal yang perlu dicermati pelaku pasar. Pasalnya, ke depan volatilitas diperkirakan akan cukup tinggi akibat belum jelasnya kondisi global.

"Indonesia potensi naiknya masih ada. Namun waspada volatilitas akan cukup tinggi karena secara global belum ada perubahan yang cukup signifikan. Market saat ini masih tergantung dari arus dana asing," kata Presiden Direktur PT BNP Paribas, Vivian Secakusuma, di Jakarta, Senin (4/3).

Menurutnya, untuk menyiasati fluktuasi pasar pihaknya menerapkan upaya untuk melakukan diversifikasi produk, khususnya untuk produk reksa dana. Tahun inipun, sebagai langkah tersebut PT BNP Paribas berencana menerbitkan produk baru untuk produk reksa dana saham. Dalam produk baru ini, pihaknya telah menyiapkan strategi yang berbeda dari sebelumnya, dengan harapan dapat meraup dana kelola sebesar Rp500 miliar. "Launching reksa dana saham di kuartal ketiga, dengan strategi yang beda. Di sini kami tidak melihat market timing, tapi karena memang ada kebutuhan." jelasnya.

Dia mengatakan, pertumbuhan pasar saham saat ini cukup agresif akan berpengaruh terhadap industri reksa dana saham. Pihaknya mencatat, pada tahun lalu pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) didukung oleh banyaknya saham-saham lapis kedua dan ketiga serta saham blue chip dengan pergerakan yang cukup cepat.

Dana Kelola 2012

Maka dengan kondisi fundamental saat ini, di tahun 2013 dimungkinkan akan mengalami pergerakan yang lebih cepat dibanding tahun lalu. Sementara sepanjang tahun 2012, pihaknya mencatat dapat memperoleh dana kelola sebesar Rp36,2 triliun atau meningkat 27% persen dari tahun sebelumnya.

Padahal di awal tahun tersebut BNP Paribas, estimasinya hanya sebesar 10-15%. Karena itu, pihaknya optimistis dana kelola tahun ini dapat mengalami peningkatan sebesar 10% atau sekitar Rp39-40 triliun. "Di kuartal keempat tahun lalu, kita dapat inflow banyak. Itu menjadi salah satu faktor pendorongnya." ujarnya

Dirinya meyakini reksa dana saham memiliki potensi yang bagus. Dari total dana kelola tahun lalu saja, produk saham menempati porsi terbesarnya, yaitu sebesar 60%, sedang selebihnya merupakan produk reksa dana lainnya seperti pendapatan tetap, proteksi, dan campuran.

Tolok ukur prospek reksadana saham, lanjut dia, dapat dilihat dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mencatatkan kenaikan hingga 13% sampai Februari 2013 ini. Untuk reksadana saham produk BNP Solaris saja tahun lalu mencatat return mencapai 22,08% atau jauh lebih tinggi dari deposito yang hanya 6% per tahun. Sementara pada tahun 2012, saat IHSG sudah mencatatkan kenaikan hingga 12,4%, kinerja reksadana tercatat 11%."Indeks sudah naik 13 persen sekarang, ini berpengaruh juga ke reksadana saham," ujarnya.

Adapun sektor yang diincar sebagai penempatan produk reksa dana saham yang akan diluncurkan, kata dia, belum dapat disebutkan secara detail. Namun saat ini, dia menilai sektor konsumsi dan infrastruktur memiliki perform yang cukup bagus meski beberapa saham menujukkan valuasi cukup tinggi.

Dia menambahkan, jumlah nasabah BNP Paribas saat ini sekitar 50 ribu nasabah dengan komposisi berimbang untuk nasabah ritel maupun institusi yaitu sebesar 50-50. Adapun beberapa kendala investasi yang dianggap masih mengganjal perkembangan produk reksa dana ini antara lain pengetahuan dan informasi, jumlah dana yang besar dan beban administrasi serta waktu.

Related posts