Modernland Realty Luncurkan Klaster Neo Pasadena - Optimis Raih Omset Rp 2,6 Triliun di 2013

NERACA

Tangerang – PT Modernland Realty Tbk. Kian agresif dalam mengejar pertumbuhan bisnis. Pada awal 2013, perusahaan pengembang papan atas ini kembali meluncurkan klaster baru yakni Neo Pasadena. Klaster ini sangat eksklusif karena jumlah unitnya sangat terbatas yakni hanya 29 unit yang dibangun di atas lahan seluas 5.500 m2.

“Pembangunan klaster Neo Pasadena menelan investasi sebesar Rp. 50 miliar,” kata Andy K. Natanael, Managing Director PT Modernland Realty Tbk, saat penjualan perdana (launching) klaster Neo Pasadena, pekan lalu.

Peluncuran produk tersebut untuk mengejar volume penjualan (marketing sales) senilai Rp 2,6 triliun sepanjang 2013. Angka tersebut naik 260 % dibandingkan perolehan tahun 2012 lalu yang sebesar Rp 1 triliun lebih.

Menurut Andy, seperti penjualan sebelumnya, masyarakat begitu antusias terhadap properti residensial yang dibangun Modernland Realty di perumahan Kota Modern, Tangerang. Terbukti saat launching seluruh rumah di klaster Neo Pasadena yang dipasarkan habis terjual (sold out).

Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap klaster Neo Pasadena lantaran klaster yang lokasinya berada persis di depan Sport Club – Padang Golf Modern ini memiliki banyak kelebihan. Sesuai dengan namanya, Neo Pasadena merupakan bagian dari pengembangan klaster Pasadena dan Sakura (keduanya berada di lokasi yang berdekatan) yang kini hampir keseluruhan rumahnya telah dihuni. Jadi lingkungannya sudah hidup.

“Neo Pasadena dirancang menjadi klaster eksklusif dengan jumlah rumah yang sangat terbatas. Ideal untuk konsumen yang mendambakan sebuah hunian di satu klaster dengan jumlah populasi yang tidak terlalu banyak,” ujar Andy K. Natanael, Managing Director PT Modernland Realty Tbk. seraya mengatakan klaster Neo Pasadena cocok untuk hunian keluarga muda berputera satu atau dua.

Klaster Neo Pasadena memiliki gerbang sendiri dengan penjagaan 24 jam. Jarang sekali ada developer yang menawarkan klaster seeksklusif ini. “Banyak konsumen yang memilih tempat tinggal di lingkungan eksklusif, privasi tinggi, dan lingkungan senyaman di klaster Neo Pasadena ini,” ujar Andy.

Tersedia pilihan rumah dua lantai dengan 2 dan 3 kamar plus satu kamar pembantu. Luas bangunannya berkisar 60 - 97 m2 dengan ukuran kaveling 120-130 m2. Masing-masing rumah yang dijual mulai dari Rp 1,2 miliar sampai Rp 1,6 miliar ini menyediakan space lahan di sisi belakang yang cukup memadai untuk area pengembangan ruang. “Bahkan, kami sudah menyiapkan layout pengembangannya agar tidak mengganggu bangunan inti,” tambah Andy.

Andy mengungkap, banyak faktor yang dapat mendukung untuk tercapainya target penjualan Modernland. “Kami optimis dapat mencapai target tersebut,” katanya.

Menurut Andy, sepanjang semester pertama tahun ini PT Modernland Realty Tbk. akan fokus pada tiga kegiatan. Pertama, merampungkan pembangunan hunian di sejumlah klaster yang telah terjual selama dua tahun belakangan seperti klaster Costa Rica dan La Valetta. Kedua, merampungkan pembangunan komplek ruko La Valetta, Costa Rica, dan Modern Walk.

Tujuannya, imbuh Andy, selain untuk memenuhi komitmen melakukan serah terima kepada konsumen tepat waktu, juga agar penghuni dapat menikmati tambahan beragam fasilitas yang akan dibuka di tiga komplek ruko itu. Dengan fasilitas yang makin lengkap, harga propertinya otomatis juga akan ikut meningkat. “Sehingga investasi yang ditanam konsumen kami naik lagi,” tutur Andy.

Ketiga, tahun ini PT Modernland Realty Tbk. akan melakukan revitalisasi lahan di area pengembangan tahap pertama. Optimalisasi pemanfaatan lahan itu dilakukan melalui pembangunan apartemen dan kondotel di area premium di sekeliling kawasan lapangan golf. Kondotel ini kelak pengoperasiannya bekerjasama dengan dengan salah satu operator hotel bertaraf internasional. Pasalnya, setahun terakhir banyak sekali konsumen yang meminta agar pembangunan kondotel dipercepat.

BERITA TERKAIT

Tower Bersama Cetak Pendapatan Rp 1,13 Triliun

NERACA Jakarta - Kuartal pertama 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1,13 triliun…

Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun - Adi Sarana Beli 6.500 Unit Armada Baru

NERACA Jakarta - Danai penambahan armada baru guna menunjang bisnisnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun…

Bank Bukopin Siapkan Rp1 Triliun untuk Pembiayaan Kendaraan

    NERACA   Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) menyiapkan kredit modal kerja hingga Rp1 triliun untuk pembiayaan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pengusaha Optimistis Regulator Dukung Industri

NERACA Jakarta – Pelaku usaha mengaku optimistis dengan hasil pemilihan umum yang baru dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa pemerintah…

PG Rendeng Kudus Targetkan Produksi Gula 12.700 Ton

NERACA Jakarta – Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus, Jawa Tengah, pada musim giling 2019 menargetkan tingkat produksi gula sebanyak 12.700…

Menperin: Milenial Penopang Ekonomi Digital

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam memasuki era revolusi industri 4.0.…