Penjualan Mobil Diprediksi 270 Ribu Unit - Kuartal 1-2013

NERACA

Jakarta - Pabrikan otomotif masih yakin penjualan otomotif roda empat hingga kuartal I 2013 berakhir masih bisa menderu. Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), memproyeksikan, penjualan mobil di tiga bulan pertama 2013 bisa sebanyak 260.000 unit hingga 270.000 unit.

Kalau proyeksi ini benar, penjualan di kuartal I naik 4%-8% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang sekitar 250.000 unit. Kalau dirinci, penjualan sepanjang Januari 2013 mencapai 96.704 unit. Meski belum ada data resmi, Sudirman memprediksi penjualan mobil Februari 2013 bisa mencapai angka 95.000 unit.

Meski sedikit menurun, prediksi penjualan mobil di Februari 2013 jelas lebih tinggi ketimbang Februari 2012 yang cuma 86.486 unit. Menurutnya, daya beli masyarakat Indonesia yang cukup kuat serta ekonomi yang tetap bertumbuh membuat permintaan mobil terus terkerek. "Ekonomi kita yang membaik berimbas ke permintaan mobil yang juga naik," katanya di Jakarta,Senin (4/3).

Kekhawatiran justru merebak setelah kuartal I nanti. Rusdi menyebut, di kuartal II bisa saja terjadi penurunan penjualan mobil karena mulai diterapkannya uang muka minimal pembelian mobil yang memakai kredit syariah per April mendatang.

Sebelumnya, ketentuan uang muka kredit minimal sebesar 30% bagi lembaga pembiayaan konvensional sudah diterapkan tahun lalu. "Penurunannya masih kami kalkulasikan namun baru bisa dilihat di kuartal II," timpalnya.

Ia menilai pembatasan uang muka kredit syariah ini akan memberi efek bagi penjualan mobil secara tahunan. Karena itu, Gaikindo memprediksi penjualan mobil 2013 diperkirakan sama dengan 2012, yakni 1,1 juta unit.

Dua Digit

Sekretaris Jenderal Gaikindo Juwono Andrianto menyebutkan, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan mobil sebesar dua digit tahun ini. Tapi, isu kenaikan harga bahan bakar berpotensi mengurangi tingkat penjualan kendaraan roda empat, terutama untuk segmen perorangan. "Tahun depan kita masih taruh (target) tumbuh 10 %. Kenyataannya, kalau bagus growth bisa 15 %. Tapi mempertimbangkan banyak faktor, ramalan kita 10 %," ujar Juwono.

Untuk tahun ini, Gaikindo terpaksa sedikit merevisi target penjualan. Di awal tahun industri sempat mencanangkan penjualan mobil mencapai 1,1 juta unit. Juwono tidak merinci alasan turunkan target sekitar 50.000 unit. "Untuk tahun ini Gaikindo meramalkan penjualan sebesar 1,05 juta unit, itu forecast kita," ungkapnya.

Juwono menilai keputusan pemerintah menerbitkan peraturan presiden (perpres) mengenai produksi mobil murah mulai tahun depan bisa mendongkrak penjualan. Pihaknya meyakini, animo kelas menengah konsumen sasaran produk low cost green car (LCGC) tetap tinggi. "LCGC itu memang bisa meningkatkan demand," cetusnya.

Sebaliknya, pabrikan otomotif tetap yakin tahun penjualan masih menggelinding mulus. Lihat saja PT Honda Prospect Motor. Demi menjaga target penjualan 100.000 unit tahun ini atau naik 44,2% dari tahun lalu yang berjumlah 69.320 unit, Honda bakal menggenjot kapasitas produksi dari 60.000 unit per tahun menjadi 80.000 unit per tahun tahun ini. Honda juga sudah mengganggarkan US$ 35 juta untuk menambah kapasitas produksi pabrik pertama mereka di Karawang, Jawa Barat.

Selain itu, Honda juga gencar menambah diler penjualan. Sampai tahun depan, Honda menargetkan memiliki 150 diler. Saat ini, diler Honda baru sebanyak 120. "Ini untuk mendukung target penjualan," kata Corporate Communication Manager Honda, Yosep Swasono Agus. PT Mazda Motor Indonesia (MMI) juga menargetkan penjualan naik 34%, menjadi 16.000 unit di 2013 ini . "Ini target kami," kata Manager Pemasaran Mazda Motor, Astrid Ariyani.

Di tempat berbeda, Direktur Industri Alat Transportasi Darat Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Supriyanto memaparkan tahun lalu penjualan mobil di Indonesia melesat tinggi atau berada di angka 1,116 juta. Dengan semakin meningkatnya pasokan mobil dalam negeri maka untuk di tahun 2013 pemerintah memprediksi penjualan mobil di Indonesia bisa tembus 1,3 juta unit.

Angka ini lebih optimistis dari yang diperkirakan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Gaikindo di bulan Januari lalu memprediksi, penjualan mobil akan sedikit turun yakni 1,5% menjadi 1,1 juta saja karena berbagai faktor seperti kenaukan uang muka, kenaikan tarif listrik, upah minimum dan wacana kenaikan harga bensin.

Related posts